Perubahan Besar Pasca Runtuhnya Khilafah
Mengapa Timur Tengah Tak Pernah Benar-Benar Stabil?
Timur Tengah sering dicap sebagai kawasan yang “memang dari sananya kacau”.
Padahal, sejarah berkata sebaliknya.
Ketidakstabilan itu bukan takdir.
Ia adalah hasil desain.
1️⃣ Timur Tengah Tidak Lahir dalam Kekacauan
Sebelum 1924, dunia Islam—khususnya Timur Tengah—hidup dalam satu kesatuan politik.
Namun sejak Khilafah dihapuskan, kawasan ini direkayasa agar tidak pernah kembali bersatu.
Konflik diwariskan lintas generasi
Rezim dipelihara untuk saling mencurigai
Bukan demi stabilitas,
melainkan demi kontrol.
2️⃣ Amerika Mewarisi Proyek Kolonial
Pasca Perang Dunia II, Amerika Serikat menggantikan Inggris sebagai aktor utama.
Instrumennya beragam:
Perang dan invasi
Kudeta rezim
Pangkalan militer
Dominasi ekonomi dan energi
Narasinya demokrasi.
Tujuannya kepentingan strategis jangka panjang.
3️⃣ Empat Pilar Pengendali Kawasan
Strategi Amerika di Timur Tengah bertumpu pada empat aktor regional:
Turki
Iran
Arab Saudi
Mereka diposisikan sebagai penjaga status quo,
bukan untuk menyatukan kawasan,
tetapi untuk mencegah lahirnya tatanan politik Islam yang mandiri.
4️⃣ Sumber Ketidakstabilan yang Paling Konsisten
Ironisnya, aktor yang paling sering memicu konflik justru entitas Yahudi itu sendiri:
Ekspansi permukiman ilegal
Penolakan negara Palestina yang berdaulat
Akibatnya?
Konflik tak pernah selesai—hanya berganti episode.
5️⃣ Ilusi Keseimbangan Kekuatan
Ambisi militer dan nuklir eksklusif menciptakan ketegangan regional.
Ini bertentangan dengan konsep “keseimbangan kekuatan” yang diklaim Amerika.
Hasilnya:
stabilitas semu
rapuh
dan mudah meledak.
6️⃣ Mengelola Konflik, Bukan Menyelesaikannya
Amerika memanfaatkan Turki dan Iran sebagai penyeimbang.
Tujuannya bukan perdamaian sejati,
melainkan mengelola konflik agar tidak keluar kendali.
Perang tidak dihentikan.
Hanya ditunda.
7️⃣ Model yang Paling Ditakuti
Di balik semua ini, ada satu model yang terus dihindari dan ditakuti:
Khilafah.
Model yang:
Menolak batas nasional buatan
Menolak dominasi asing
Menyatukan umat dalam satu kepemimpinan politik
Bukan sempurna.
Namun menawarkan stabilitas struktural jangka panjang.
❓Pertanyaan Penutup
Jika konflik terus lahir dari sistem yang sama,
apakah masuk akal berharap solusi dari sistem itu pula?
👉 Menurut Anda, model mana yang benar-benar mampu menghadirkan stabilitas jangka panjang di Timur Tengah?
“Follow untuk konten geopolitik & sejarah yang jarang dibahas media arus utama.”
Sumber : https://alwaie.net/afkar/


Posting Komentar untuk "Perubahan Besar Pasca Runtuhnya Khilafah"