DOA YANG MEMBELAH LANGIT


DOA YANG MEMBELAH LANGIT

Ada titik dalam hidup
di mana semua pintu terasa tertutup.

Ikhtiar sudah mentok.
Logika kelelahan.
Dan hati hanya mampu berucap pelan:

“Ya Allah… aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa lagi.”

Di fase itu,
doa bukan lagi pelengkap.
Ia menjadi satu-satunya sandaran.


Rasulullah ﷺ bersabda:
“Doa adalah inti ibadah.”

Bukan opsi tambahan.
Bukan rutinitas kosong.

Karena itu, hidup Nabi ﷺ
— dari bangun tidur hingga kembali berbaring —
senantiasa diikat dengan doa.


Fatimah az-Zahra pernah pulang ke rumah
tanpa membawa apa pun.

Namun kepada Ali bin Abi Thalib, ia berkata tenang:

“Duniamu telah hilang,
tetapi aku membawakan untukmu akhirat.”

Yang Rasulullah ﷺ berikan kepada putrinya
bukan harta,
melainkan doa.


Doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ
tidak dibaca tergesa-gesa.

Ia diulang.
Diresapi.
Dihadirkan sepenuh jiwa.

Bukan karena indahnya kata,
tetapi karena kesadaran penuh
kepada siapa doa itu dipanjatkan.


Pada malam Perang Badar,
Rasulullah ﷺ berdoa
hingga tubuh beliau bergetar
dan sorbannya terjatuh.

Doanya singkat.
Namun mengguncang langit.

Malam itu,
pertolongan Allah turun.


Sering kali,
yang membuat doa dikabulkan
bukan panjangnya lafaz,

melainkan keadaan hati.

Saat seorang hamba
benar-benar terdesak,
jujur,
dan sepenuhnya bergantung kepada Allah,

doanya tidak tertahan.


Maka pertanyaannya bukan lagi:
“Apakah doaku akan dikabulkan?”

Melainkan:

👉 Ketika hidup terasa paling berat,
kepada siapa kita benar-benar bergantung?

Apakah kita kembali kepada doa,
atau justru semakin jauh darinya?

Jika hari ini hidupmu terasa berat,
jangan malu untuk menangis dalam doa.
Bisa jadi, itulah doa yang sedang Allah tunggu.

💬 Tulis “Aamiin” jika ingin mendoakan diri sendiri hari ini.
📌 Simpan postingan ini jika sedang butuh dikuatkan.
🤍 Bagikan kepada orang yang sedang berjuang dalam diam.


#Doa

#HijrahHati

#RenunganIslam
#DoaMalam
#IslamRahmatan
#Tawakal
#MuslimRefleksi
#JalanLangit


Sumber : https://www.hafidzabdurrahman.com/

Posting Komentar untuk "DOA YANG MEMBELAH LANGIT"