TAKWA: KATA SUCI YANG SERING DIKOMPROMIKAN

TAKWA: KATA SUCI YANG SERING DIKOMPROMIKAN

Takwa sering diucapkan dengan ringan,
namun jarang direnungkan secara mendalam.

Padahal, takwa bukan sekadar rutinitas ibadah individual,
melainkan cara hidup yang sepenuhnya diatur oleh perintah Allah.

Jika takwa hanya berhenti di lisan,
ia kehilangan ruh dan maknanya.


Apa Itu Takwa, Sesungguhnya?

Secara ringkas, takwa berarti:

Melaksanakan seluruh perintah Allah dan menjauhi seluruh larangan-Nya.

Bukan memilih sebagian dan meninggalkan sebagian.

Takwa bukan ketaatan parsial.
Ia adalah kepatuhan yang menyeluruh dan konsisten.


Takwa yang Tersisa Simbolnya

Dalam realitas hari ini, kata takwa sering direduksi menjadi simbol.

Banyak pemimpin bersumpah di atas Al-Qur’an,
namun kebijakan yang lahir justru bertentangan dengan nilai Al-Qur’an.

Takwa diucapkan,
tetapi hukum Allah diabaikan.


Puasa Ditaati, Perintah Lain Diperdebatkan

Allah mewajibkan puasa agar manusia bertakwa.
Perintah ini dijalankan dengan disiplin dan kepatuhan.

Namun ketika perintah Allah berbicara tentang
hukum, keadilan sosial, atau aturan kehidupan,
tiba-tiba muncul stigma, ketakutan, bahkan penolakan.

Padahal, sumber perintahnya sama: Allah Yang Maha Esa.


Tak Ada Perintah Allah yang Opsional

Puasa, qishash, jihad, dan aturan kehidupan lainnya
sama-sama merupakan kewajiban.

Tidak ada perintah Allah yang boleh dipilah
berdasarkan selera, tekanan zaman, atau kepentingan politik.

Takwa menuntut konsistensi,
bukan kompromi.


Takwa dan Tanggung Jawab

Takwa melahirkan sikap kehati-hatian.
Seseorang memastikan setiap langkahnya selaras
dengan halal dan haram.

Bagi seorang pemimpin,
takwa seharusnya menjadi pengingat akan beratnya hisab
atas setiap kebijakan yang diambil.


Takwa Bukan Alasan Menyerah

Allah tidak membebani manusia di luar kemampuannya.
Namun, semua yang mampu dilakukan tetap wajib dikerjakan.

Takwa bukan alasan untuk menyerah,
melainkan dorongan untuk taat secara maksimal.


Pertanyaan untuk Kita Semua:

👉 Bagian dari takwa apa yang paling sering kita kompromikan hari ini?

Bukan untuk menghakimi,
tetapi untuk bercermin.


Sumber : https://alwaie.net/

Posting Komentar untuk "TAKWA: KATA SUCI YANG SERING DIKOMPROMIKAN"