Idul Fitri… tapi tanpa takbir di Masjid Al-Aqsa.



Idul Fitri… tapi tanpa takbir di Masjid Al-Aqsa.

Coba bayangkan sejenak.

Tempat yang biasanya dipenuhi gema “Allahu Akbar”…
kini sunyi.

Bukan karena tidak ada yang ingin datang—
tapi karena mereka tidak diizinkan.

Ini bukan sekadar berita.
Ini adalah luka. πŸ˜”

Untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun,
azan tak terdengar di sana.

Salat Id dilarang.
Halaman yang biasanya dipenuhi ribuan jamaah… kosong.
Lorong-lorong yang hidup… kini hening.

Dan kita?
Masih menjalani hari seperti biasa.

Masjid Al-Aqsa bukan hanya bangunan.

Ia adalah saksi sejarah.
Saksi doa para nabi.
Saksi perjuangan dan air mata umat.

Setiap sudutnya punya cerita.
Dan hari ini… ceritanya sedang diuji.

Yang paling menyedihkan bukan hanya larangan itu.

Tapi ketika dunia mulai terbiasa.
Ketika banyak yang memilih diam.
Ketika kepedulian kalah oleh kesibukan.

Kita mungkin jauh.
Tapi hati kita tidak harus ikut menjauh.

Minimal—kita peduli.
Mengikuti kabarnya.
Mendoakan.
Dan tidak menganggap ini sebagai hal biasa.

Karena diam… jika terus dilakukan, akan terasa normal.

Sejarah selalu dimulai dari kepedulian.

Dari satu pertanyaan.
Dari satu suara.
Dari satu orang yang memilih untuk tidak diam.

Tidak semua harus turun ke garis depan.

Tapi semua bisa ambil peran:
• Menyebarkan kesadaran
• Membicarakan ini
• Mengingatkan orang lain bahwa ini nyata

Masjid Al-Aqsa mungkin jauh di peta.
Tapi seharusnya dekat di hati kita.

Karena saat kita mulai tidak peduli—
itulah tanda yang lebih berbahaya.


Menurutmu, kenapa banyak orang mulai menganggap ini sebagai hal biasa? πŸ€”

πŸ’¬ Tulis pendapatmu di komentar
πŸ” Share agar lebih banyak yang sadar
❤️ Follow untuk terus update isu penting seperti ini


Sumber : https://media-umat.com/

Posting Komentar untuk "Idul Fitri… tapi tanpa takbir di Masjid Al-Aqsa."