Nasib Guru dalam Jebakan Kapitalisme


Nasib Guru dalam Jebakan Kapitalisme

1️⃣Ironis.

Di negeri yang sering menyebut guru sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa”, masih banyak guru yang hidup dalam keterbatasan.

Gaji rendah.
Status honorer bertahun-tahun.
Bahkan ada yang dikriminalisasi ketika berusaha mendisiplinkan siswa.

Ini bukan sekadar masalah profesi.

Ini adalah cermin bagaimana sebuah sistem memandang ilmu dan para pendidiknya. 📚


2️⃣Banyak guru honorer menerima gaji yang jauh dari kata layak.

Sebagian dari mereka harus mencari pekerjaan tambahan:

• berjualan
• menjadi pengemudi ojek
• membuka les privat

Bukan karena mereka tidak mencintai profesinya.

Tetapi karena idealime tidak bisa menggantikan kebutuhan hidup. 💭


3️⃣Alih-alih menyelesaikan akar persoalan, kebijakan yang muncul sering bersifat jangka pendek.

Salah satunya adalah skema PPPK paruh waktu.

Model kontrak seperti ini membuat masa depan guru semakin tidak pasti.

Guru diperlakukan seperti tenaga kerja kontrak biasa,
bukan sebagai pendidik generasi bangsa. ⚖️


4️⃣Kondisi ini sebenarnya menunjukkan gambaran yang lebih besar.

Dalam sistem kapitalisme, manusia sering dinilai berdasarkan fungsi ekonominya.

Termasuk guru.

Peran mereka dipersempit menjadi sekadar pencetak tenaga kerja untuk industri,
bukan pembangun peradaban. 🏭


5️⃣Di saat yang sama, tekanan ekonomi terus meningkat.

Biaya hidup naik.
Kebutuhan dasar semakin dikuasai mekanisme pasar.

Guru pun ikut terhimpit dalam kondisi tersebut.

Ironisnya, mereka yang mendidik masa depan bangsa
justru sering kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. 💸


6️⃣Padahal dalam Islam, kedudukan orang berilmu sangatlah mulia.

Allah SWT berfirman bahwa Dia mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.

Artinya, memuliakan guru bukan sekadar slogan.

Ia harus diwujudkan melalui sistem yang benar-benar menghormati ilmu dan para pengajarnya. 📖


7️⃣Sejarah peradaban Islam pernah membuktikan hal itu.

Pada masa Khalifah Al-Ma’mun, karya ilmiah dihargai sangat tinggi.

Buku yang ditulis para ulama bahkan dapat dihargai setara dengan berat emasnya.

Negara kemudian menyebarkan ilmu tersebut secara luas kepada masyarakat.

Ilmu benar-benar dimuliakan sebagai fondasi peradaban.


8️⃣Pertanyaannya sekarang:

Jika hingga hari ini banyak guru masih berjuang untuk mendapatkan kesejahteraan dan perlindungan profesi,

apakah persoalannya hanya pada kebijakan yang belum tepat,

atau sebenarnya pada sistem yang digunakan?

Menurut Anda, bagaimana seharusnya negara memuliakan para guru?

#NasibGuru

#PendidikanIndonesia
#KesejahteraanGuru
#OpiniPendidikan
#IslamDanPeradaban

Sumber : https://alwaie.net/



Posting Komentar untuk "Nasib Guru dalam Jebakan Kapitalisme"