MEWUJUDKAN IZZUL ISLAM WAL MUSLIMIN


MEWUJUDKAN IZZUL ISLAM WAL MUSLIMIN

Kita sering bangga… umat Islam itu besar.
Miliaran jumlahnya.

Tapi jujur saja—
kenapa terasa lemah?

Saat saudara kita disakiti,
kita hanya bisa melihat.
Sebentar sedih… lalu scroll lagi.

Apakah ini yang disebut “kuat”?

Lihatlah dunia hari ini.

Dari Gaza hingga berbagai penjuru,
luka itu nyata.

Namun respon kita?
Cepat lupa.

Seakan penderitaan itu
tidak cukup penting
untuk mengubah kita.


Masalahnya bukan karena kita sedikit.
Tapi karena kita terpecah.

Berbeda arah.
Berbeda kepentingan.
Lupa bahwa kita ini… bersaudara.


Rasulullah ο·Ί pernah mengingatkan:
Umat ini akan seperti buih di lautan.

Banyak… tapi tak punya kekuatan.

Dulu terasa jauh.
Hari ini?
Kita sedang melihatnya sendiri.


Apa penyebabnya?

Cinta dunia dan takut mati.”

Kita terlalu sibuk mengejar nyaman.
Takut kehilangan.
Sampai lupa memperjuangkan kebenaran.

Lebih takut kehilangan jabatan
daripada kehilangan prinsip.

Lebih memilih aman
daripada benar.


Padahal dulu tidak seperti ini.

Jika satu disakiti,
yang lain langsung bergerak.

Bukan menunggu viral.
Bukan menunggu sorotan.

Karena mereka benar-benar merasa:
kita satu tubuh.


Sekarang?

Hal kecil kita ributkan.
Perdebatan tak penting dibesar-besarkan.
Saling menjatuhkan jadi kebiasaan.

Tapi saat masalah besar datang—
kita diam.


Lalu, apa yang harus kita lakukan?

Kuncinya jelas:
Kembali kepada Islam secara utuh.

Jadikan Al-Qur’an & Sunnah
bukan sekadar simbol,
tapi pedoman hidup.

Dan yang paling penting:
perkuat persatuan.


Perubahan tidak harus besar.

Mulai dari diri sendiri.

Lebih peduli.
Lebih berani.
Kurangi sikap “bukan urusan saya”.

Karena kebangkitan umat
tidak datang tiba-tiba.

Ia dimulai dari
kesadaran kita.


Sekarang pertanyaannya:

Kita masih peduli…
atau sudah mulai terbiasa untuk tidak peduli?


#savepalestine #prayforgaza #freepalestine #solidaritasmuslim #doauntukpalestina #muslimsolidarity #stoppenindasan #kemanusiaan

Posting Komentar untuk "MEWUJUDKAN IZZUL ISLAM WAL MUSLIMIN"