Mengembalikan kejayaan Islam

 


 Mengembalikan kejayaan Islam bukan pekerjaan individu.

Bukan sekadar ceramah.
Bukan hanya semangat sesaat.

Allah ﷻ berfirman:

﴿وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ﴾

“Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

— QS. Ali ‘Imran: 104

Karena itu perjuangan Islam membutuhkan jamaah yang bergerak.
Membutuhkan umat yang sadar.
Membutuhkan dakwah yang terus menghidupkan Islam di tengah kehidupan.

Dalam kitab التكتل الحزبي dijelaskan bahwa kebangkitan umat membutuhkan kerja terorganisir dan perjuangan jamaah yang memiliki fikrah serta thariqah yang jelas.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

«يَدُ اللَّهِ مَعَ الْجَمَاعَةِ»

“Tangan (pertolongan) Allah bersama jamaah.”

— HR. At-Tirmidzi no. 2166

Hari ini umat kehilangan arah karena Islam hanya dijadikan simbol,
bukan sistem kehidupan.

Padahal Allah ﷻ telah memerintahkan agar Islam diterapkan secara menyeluruh:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً﴾

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan.”

— QS. Al-Baqarah: 208

Dalam نداء حار إلى المسلمين dijelaskan bahwa kerusakan umat terjadi ketika Islam dipisahkan dari kehidupan dan hanya tersisa sebatas ritual serta simbol semata.

Allah ﷻ juga berfirman:

﴿وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ﴾

“Hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka.”

— QS. Al-Ma’idah: 49

Kemuliaan umat tidak akan kembali
kecuali dengan kembali kepada syariat Allah secara menyeluruh.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ»

“Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegang teguh kepada keduanya: Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya.”

— HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak

Kita adalah umat mulia.
Umat terbaik yang Allah keluarkan untuk manusia.

﴿كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ﴾

“Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia.”

— QS. Ali ‘Imran: 110

Umat yang dahulu memimpin dunia dengan Islam.
Membawa keadilan.
Membawa rahmat.
Membawa cahaya peradaban.

Dalam kitab الدولة الإسلامية dijelaskan bahwa umat Islam pernah hidup di bawah naungan pemerintahan Islam yang menerapkan syariat secara nyata dalam kehidupan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ»

“Kemudian akan kembali tegak khilafah di atas manhaj kenabian.”

— HR. Ahmad no. 18406

Sudah saatnya umat Islam bangkit.
Bersatu.
Menghidupkan dakwah.
Dan kembali menjadikan Islam sebagai jalan hidup,
bukan sekadar identitas.

﴿إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ﴾

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”

— QS. Ar-Ra’d: 11

#Islam #Muslim #Dakwah #Khilafah #UmatIslam #PemudaHijrah #Hijrah #KajianIslam #IslamicReminder #PeradabanIslam

Posting Komentar untuk "Mengembalikan kejayaan Islam "