Muslim bukan sekadar identitas
Muslim bukan sekadar identitas
Islam tidak memandang cukup seseorang hanya mengaku sebagai Muslim. Keislaman harus menjadi dasar berpikir (aqliyyah), dasar kecenderungan (nafsiyyah), lalu melahirkan perilaku nyata.
Kepribadian Islam (asy-syakhshiyyah al-Islamiyyah) terbentuk ketika:
- Aqidah Islam menjadi dasar
berpikir.
- Aqidah Islam menjadi dasar
kecenderungan dan keinginan.
- Keduanya melahirkan amal yang tunduk kepada syariat.
Dalil Al-Qur'an
Allah Ta'ala berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan
sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Sangat besar kemurkaan di sisi Allah bahwa
kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan."
(QS. As-Saff 61:2–3)
Ayat ini menunjukkan bahwa iman tidak boleh berhenti pada ucapan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan.
Allah juga berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah
orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka... dan
mereka mendirikan salat serta menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan
kepada mereka."
(QS. Al-Anfal 8:2–3)
Ayat ini menghubungkan iman dengan amal nyata.
Dalil Hadis
Rasulullah ï·º bersabda:
"Tidaklah sempurna iman salah seorang di antara kalian
hingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa."
Hadis ini dikutip dalam Asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyah ketika menjelaskan pembentukan kepribadian Islam. Disebutkan bahwa hadis tersebut diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan dinilai sahih oleh Imam an-Nawawi.
Hadis lain:
"Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai aku
lebih dicintainya daripada ayahnya, anaknya, dan seluruh manusia."
(HR. Muhammad ibn Ismail al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)
Hadis ini juga digunakan dalam kitab untuk menunjukkan bahwa kecenderungan hati harus dibangun di atas aqidah Islam sehingga menghasilkan perilaku Islami.
Argumen :
Kitab Asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyah menjelaskan
bahwa:
Kepribadian Islam terbentuk dengan membangun cara berpikir dan kecenderungan berdasarkan aqidah Islam.
Jika aqidah hanya menjadi identitas tanpa menjadi dasar berpikir dan bertindak, maka tujuan pembentukan syakhshiyyah belum tercapai.
Kitab tersebut juga menggambarkan karakter Muslim sejati
sebagai orang yang:
- khusyuk dalam shalat,
- menjauhi perkataan sia-sia,
- menunaikan zakat,
- menjaga pandangan,
- menjaga amanah,
- menepati janji,
- berjih4d di jalan Allah.
Lalu ditegaskan:
"Inilah Muslim, inilah Mukmin, dan inilah kepribadian
Islam."
Dengan demikian, identitas "Muslim" harus tampak dalam seluruh aspek kehidupan.
Penjelasan penting :
Kitab juga memberikan penjelasan yang seimbang:
Seseorang tidak otomatis keluar dari Islam hanya karena
melakukan maksiat atau memiliki kekurangan dalam amal, selama ia masih
meyakini aqidah Islam dan menjadikannya dasar berpikir. Kekurangan dalam
perilaku merupakan "celah dalam amal", bukan berarti identitas
keislamannya hilang.
Artinya terdapat perbedaan antara:
- Muslim yang berdosa, yang masih beriman namun memiliki
kekurangan amal.
- Muslim yang berhasil membangun syakhshiyyah Islamiyyah, yaitu orang yang aqidahnya benar-benar membimbing cara berpikir, kecenderungan, dan seluruh perilakunya.
Hujjah ulama :
Menurut Taqiyuddin an-Nabhani dalam Asy-Syakhshiyyah
al-Islamiyyah:
- Aqidah Islam adalah asas
kepribadian, bukan sekadar pengakuan lisan.
- Kepribadian Islam lahir dari aqliyyah
Islamiyyah (cara berpikir berdasarkan Islam) dan nafsiyyah
Islamiyyah (kecenderungan berdasarkan Islam).
- Setelah kepribadian terbentuk, ia
harus terus dipelihara melalui:
- ibadah,
- ketaatan,
- pendalaman
tsaqafah Islam,
- serta
pengamalan syariat dalam kehidupan.
Kesimpulan :
Berdasarkan dalil Al-Qur'an, hadis, dan penjelasan dalam Asy-Syakhshiyyah
al-Islamiyyah, dapat disimpulkan bahwa:
Seorang Muslim bukan sekadar menyandang identitas keislaman.
Islam menuntut agar aqidah menjadi landasan cara berpikir dan bersikap,
sehingga tercermin dalam amal nyata. Keislaman yang hidup adalah keislaman yang
tampak dalam ibadah, akhlak, muamalah, amanah, serta seluruh perilaku yang
sesuai dengan syariat.
#Islam #Muslim #Mukmin #SyakhshiyahIslamiyah #AqidahIslam
#IslamKaffah #Hijrah #Istiqomah #AmalShalih #AkhlakMulia #TadabburQuran #Hadits
#DakwahIslam #BelajarIslam #Ngaji #PemudaHijrah #ReminderIslam #IslamicReminder
#KontenIslam #FYP #FYPIndonesia #Viral #Trending #Shorts #Reels
#TikTokIndonesia


Posting Komentar untuk "Muslim bukan sekadar identitas"