Muslim bukan sekadar identitas

 


Muslim bukan sekadar identitas

Islam tidak memandang cukup seseorang hanya mengaku sebagai Muslim. Keislaman harus menjadi dasar berpikir (aqliyyah), dasar kecenderungan (nafsiyyah), lalu melahirkan perilaku nyata.

Kepribadian Islam (asy-syakhshiyyah al-Islamiyyah) terbentuk ketika:

  1. Aqidah Islam menjadi dasar berpikir.
  2. Aqidah Islam menjadi dasar kecenderungan dan keinginan.
  3. Keduanya melahirkan amal yang tunduk kepada syariat.

Dalil Al-Qur'an

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Sangat besar kemurkaan di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan."

(QS. As-Saff 61:2–3)

Ayat ini menunjukkan bahwa iman tidak boleh berhenti pada ucapan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan.

Allah juga berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka... dan mereka mendirikan salat serta menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka."

(QS. Al-Anfal 8:2–3)

Ayat ini menghubungkan iman dengan amal nyata.

Dalil Hadis

Rasulullah ï·º bersabda:

"Tidaklah sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa."

Hadis ini dikutip dalam Asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyah ketika menjelaskan pembentukan kepribadian Islam. Disebutkan bahwa hadis tersebut diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan dinilai sahih oleh Imam an-Nawawi.

Hadis lain:

"Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai aku lebih dicintainya daripada ayahnya, anaknya, dan seluruh manusia."

(HR. Muhammad ibn Ismail al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)

Hadis ini juga digunakan dalam kitab untuk menunjukkan bahwa kecenderungan hati harus dibangun di atas aqidah Islam sehingga menghasilkan perilaku Islami.

Argumen :

Kitab Asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyah menjelaskan bahwa:

Kepribadian Islam terbentuk dengan membangun cara berpikir dan kecenderungan berdasarkan aqidah Islam.

Jika aqidah hanya menjadi identitas tanpa menjadi dasar berpikir dan bertindak, maka tujuan pembentukan syakhshiyyah belum tercapai.

Kitab tersebut juga menggambarkan karakter Muslim sejati sebagai orang yang:

  • khusyuk dalam shalat,
  • menjauhi perkataan sia-sia,
  • menunaikan zakat,
  • menjaga pandangan,
  • menjaga amanah,
  • menepati janji,
  • berjih4d di jalan Allah.

Lalu ditegaskan:

"Inilah Muslim, inilah Mukmin, dan inilah kepribadian Islam."

Dengan demikian, identitas "Muslim" harus tampak dalam seluruh aspek kehidupan.

Penjelasan penting :

Kitab juga memberikan penjelasan yang seimbang:

Seseorang tidak otomatis keluar dari Islam hanya karena melakukan maksiat atau memiliki kekurangan dalam amal, selama ia masih meyakini aqidah Islam dan menjadikannya dasar berpikir. Kekurangan dalam perilaku merupakan "celah dalam amal", bukan berarti identitas keislamannya hilang.

 

Artinya terdapat perbedaan antara:

  • Muslim yang berdosa, yang masih beriman namun memiliki kekurangan amal.
  • Muslim yang berhasil membangun syakhshiyyah Islamiyyah, yaitu orang yang aqidahnya benar-benar membimbing cara berpikir, kecenderungan, dan seluruh perilakunya.

Hujjah ulama :

Menurut Taqiyuddin an-Nabhani dalam Asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyah:

  1. Aqidah Islam adalah asas kepribadian, bukan sekadar pengakuan lisan.
  2. Kepribadian Islam lahir dari aqliyyah Islamiyyah (cara berpikir berdasarkan Islam) dan nafsiyyah Islamiyyah (kecenderungan berdasarkan Islam).
  3. Setelah kepribadian terbentuk, ia harus terus dipelihara melalui:
    • ibadah,
    • ketaatan,
    • pendalaman tsaqafah Islam,
    • serta pengamalan syariat dalam kehidupan.

 


Kesimpulan :

Berdasarkan dalil Al-Qur'an, hadis, dan penjelasan dalam Asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyah, dapat disimpulkan bahwa:

Seorang Muslim bukan sekadar menyandang identitas keislaman. Islam menuntut agar aqidah menjadi landasan cara berpikir dan bersikap, sehingga tercermin dalam amal nyata. Keislaman yang hidup adalah keislaman yang tampak dalam ibadah, akhlak, muamalah, amanah, serta seluruh perilaku yang sesuai dengan syariat.

 

#Islam #Muslim #Mukmin #SyakhshiyahIslamiyah #AqidahIslam #IslamKaffah #Hijrah #Istiqomah #AmalShalih #AkhlakMulia #TadabburQuran #Hadits #DakwahIslam #BelajarIslam #Ngaji #PemudaHijrah #ReminderIslam #IslamicReminder #KontenIslam #FYP #FYPIndonesia #Viral #Trending #Shorts #Reels #TikTokIndonesia

Posting Komentar untuk "Muslim bukan sekadar identitas"