Batas Toleransi Waktu Penundaan Kaum Muslim untuk Mengangkat Kh4l1f4h
Batas Toleransi Waktu Penundaan Kaum Muslim untuk Mengangkat Kh4l1f4h
Pembahasan tentang batas toleransi penundaan pengangkatan
kh4l1f4h terdapat secara khusus dalam:
- Asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyah Juz
II, bab المدة التي يمهل فيها المسلمون لإقامة خليفة (Batas waktu yang diberikan kepada
kaum Muslim untuk mengangkat Kh4lif4h).
- Ajhizah D4ulah al-Kh1lafah (Struktur Daulah Kh1l4f4h), bab dengan judul yang sama.
Berikut ringkasannya berdasarkan isi kitab tersebut saja.
1. Hukum asal: Mengangkat Kh4lif4h adalah fardu
Kitab Asy-Syakhshiyyah menjelaskan bahwa kewajiban
mengangkat Kh4lif4h didasarkan pada beberapa hujjah.
A. Ijma' Sahabat
Dalil terkuat yang dikemukakan adalah Ijma' Sahabat.
Argumennya:
- Setelah wafatnya Nabi ﷺ, para sahabat menunda pemakaman
Rasulullah ﷺ dan lebih dahulu menyibukkan diri
dengan pengangkatan Kh4lif4h.
- Padahal mengurus jenazah dan
menguburkannya segera merupakan kewajiban.
- Tidak ada sahabat yang mengingkari penundaan tersebut.
Kesepakatan para sahabat mendahulukan pengangkatan Kh4lif4h
daripada pemakaman Nabi ﷺ menunjukkan bahwa mengangkat Kh4lif4h lebih wajib daripada
segera menguburkan jenazah, sehingga hal itu menjadi ijma' yang menunjukkan
wajibnya pengangkatan Kh4lif4h.
Kaidah:
ما لا يتم الواجب
إلا به فهو واجب
"Suatu kewajiban yang tidak sempurna kecuali dengan adanya sesuatu, maka sesuatu itu menjadi wajib."
Karena banyak hukum syariat tidak dapat ditegakkan tanpa imam/Kh4lif4h, maka pengangkatan Kh4lif4h menjadi wajib.
2. Berapa lama batas penundaannya?
المدة التي يمهل فيها المسلمون لإقامة
خليفة هي ثلاثة أيام بلياليها
Artinya:
"Batas waktu yang diberikan kepada kaum Muslim untuk mengangkat seorang Kh4lif4h adalah tiga hari beserta malam-malamnya."
3. Dalil mengapa dibatasi tiga hari?
Pertama
Mengangkat Kh4lif4h hukumnya wajib sejak saat Kh4lif4h
wafat atau diberhentikan.
Namun syariat masih memberikan kelonggaran selama proses
pemilihan.
Karena itu penundaan dibolehkan maksimal tiga hari tiga malam.
Kedua
Kitab menghubungkan batas tersebut dengan hadis Nabi ﷺ.
Hadis yang dijadikan dasar ialah:
لا يحل لمسلم أن يبيت ثلاث ليال وليس في عنقه بيعة
Artinya:
"Tidak halal bagi seorang Muslim bermalam selama tiga
malam sedangkan di lehernya tidak ada baiat."
Kitab menjadikan hadis ini sebagai dasar bahwa seorang Muslim tidak boleh melewati tiga malam tanpa adanya baiat kepada Kh4lif4h.
4. Bagaimana bila lebih dari tiga hari?
Kitab memberikan rincian.
A. Bila masih terus berusaha memilih Kh4lif4h
Jika:
- kaum Muslim benar-benar sedang
melakukan proses pengangkatan,
- tetapi gagal selesai dalam tiga
hari,
- karena ada hambatan yang berada di
luar kemampuan mereka,
maka:
dosa gugur dari mereka karena adanya uzur.
Dalil yang dikutip:
رفع عن أمتي الخطأ
والنسيان وما استكرهوا عليه
"Diangkat dari umatku kesalahan, kelupaan, dan apa yang dipaksakan atas mereka."
B. Bila sengaja menunda
Apabila:
- mereka tidak sedang mengusahakan
pengangkatan Kh4lif4h,
- atau sengaja menunda,
maka kitab menyatakan:
seluruh kaum Muslim berdosa sampai Kh4lif4h diangkat.
Setelah Kh4lif4h terangkat:
- kewajiban telah tertunaikan,
- tetapi dosa akibat penundaan tetap ada karena telah meninggalkan kewajiban selama masa tersebut.
5. Argumen ushul fikih yang dipakai
Membangun hujjah melalui beberapa tahapan.
a. Ijma' Sahabat
Semua sahabat sepakat bahwa wajib ada Kh4lif4h.
Perbedaan mereka hanya pada siapa orangnya, bukan pada wajib atau tidaknya mengangkat Kh4lif4h.
b. Kaidah syar'iyyah
Karena:
- hudud,
- jihad,
- pelaksanaan hukum,
- penjagaan keamanan,
- dan banyak hukum syariat
tidak dapat terlaksana tanpa imam,
maka berlaku kaidah:
ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب
c. Hadis Baiat
Kewajiban adanya Kh4lif4h dengan hadis:
"Barang siapa mati sementara di lehernya tidak ada baiat
maka ia mati seperti mati jahiliyah."
Hadis ini digunakan sebagai penguat bahwa baiat kepada Kh4lif4h merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan.
6. Hujjah ulama
Pembahasan ini sebagai istinbath yang dibangun di atas:
- Ijma' Sahabat.
- Hadis tentang baiat.
- Kaidah ushul fikih "mā lā yatimmu al-wājib illā bihi fa huwa wājib".
- Fakta sejarah penundaan pemakaman Rasulullah ﷺ demi penyelesaian baiat Abu Bakar.
Kesimpulan :
- Mengangkat Kh4lif4h dipandang sebagai fardu
bagi kaum Muslim berdasarkan ijma' sahabat dan kaidah ushul fikih.
- Batas toleransi penundaan yang disebutkan dalam kitab adalah
tiga hari tiga malam.
- Jika melebihi tiga hari karena
uzur yang tidak mampu diatasi, dosa gugur selama mereka tetap berusaha
menunaikan kewajiban tersebut.
- Jika melebihi tiga hari tanpa uzur dan tanpa upaya, seluruh kaum Muslim berdosa sampai Kh4lif4h diangkat.
Perlu dicatat bahwa jawaban di atas dibatasi pada isi kitab-kitab yang Anda unggah, sesuai permintaan Anda. Kitab-kitab tersebut menyajikan argumentasi internalnya sendiri dan tidak memuat pembahasan komparatif terhadap berbagai pendapat ulama dari mazhab-mazhab fikih lain mengenai batas waktu tersebut.
#Islam #KajianIslam #DakwahIslam #UmatIslam #Muslim #AlQuran
#Hadits #Fiqih #Khilafah #Khalifah #Syariah #SejarahIslam #PeradabanIslam
#PemikiranIslam #EdukasiIslam #BelajarIslam #IslamKaffah #IslamicKnowledge
#IslamicHistory #FYP #FYPIndonesia #Viral #ViralIndonesia #Reels #Shorts
#TikTokIndonesia #Explore #Trending #KontenEdukasi #KontenIslam


Posting Komentar untuk "Batas Toleransi Waktu Penundaan Kaum Muslim untuk Mengangkat Kh4l1f4h"