Pendidikan Tinggi: Makin Mahal Akibat Market-Oriented?
Pendidikan Tinggi: Makin Mahal Akibat Market-Oriented?
Saat ini biaya pendidikan tinggi terus meningkat. Kenaikan
UKT, biaya praktikum, pembangunan fasilitas, hingga biaya hidup mahasiswa
membuat akses terhadap perguruan tinggi semakin sulit bagi sebagian masyarakat.
Dalam perspektif islam, penyebab utamanya bukan semata
inflasi atau meningkatnya biaya operasional, melainkan karena pendidikan
diposisikan sebagai sektor ekonomi yang mengikuti logika pasar, bukan
sebagai kewajiban negara untuk mencerdaskan rakyat.
Apa yang dimaksud Market-Oriented?
Market-oriented adalah paradigma yang menjadikan kebutuhan
pasar sebagai penentu utama arah pendidikan.
Konsekuensinya:
- kampus bersaing layaknya
perusahaan,
- mahasiswa dipandang sebagai
konsumen,
- pendidikan menjadi investasi
ekonomi,
- keberhasilan diukur dari daya serap
pasar kerja,
- pembiayaan dibebankan semakin besar
kepada peserta didik.
Pendidikan diarahkan terutama untuk memenuhi kebutuhan ekonomi atau pasar kerja, bukan pembentukan manusia secara utuh.
Mengapa Market-Oriented Membuat Pendidikan Mahal?
1. Pendidikan berubah menjadi komoditas
Ketika pendidikan dianggap barang ekonomi, maka biaya kuliah
mengikuti mekanisme pasar.
Logikanya sederhana:
semakin baik fasilitas,
semakin tinggi biaya.
semakin besar persaingan,
semakin mahal biaya operasional.
Akhirnya mahasiswa menjadi pihak yang menanggung sebagian besar biaya tersebut.
2. Negara mengurangi perannya
Dalam materi Pendidikan Berkualitas Melahirkan Peradaban
Emas dijelaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab negara
untuk mewujudkan kemaslahatan masyarakat.
Disebutkan pula bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya
diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi dari perhatian negara terhadap:
- pendidikan,
- guru,
- ilmuwan,
- perpustakaan,
- riset,
- budaya literasi.
Artinya, ketika negara tidak lagi menjadikan pendidikan sebagai pelayanan publik utama, maka biaya pendidikan cenderung bergeser kepada masyarakat.
3. Orientasi berubah dari membangun manusia menjadi memenuhi
pasar kerja
Pendidikan lebih diarahkan memenuhi kebutuhan pasar kerja
daripada membangun kepribadian.
Akibatnya lahir generasi yang:
- cerdas,
- mampu bersaing,
namun belum tentu:
- berakhlak,
- bertanggung jawab,
- bermanfaat bagi masyarakat.
Pandangan Islam Tentang Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan Islam bukan sekadar:
- nilai akademik,
- kelulusan,
- kesiapan kerja.
Tetapi membentuk manusia yang:
- beriman,
- berilmu,
- berakhlak,
- bertanggung jawab,
- memberi manfaat bagi masyarakat.
Dalil Al-Qur'an
1. Perintah membaca
اقْرَأْ بِاسْمِ
رَبِّكَ الَّذِي
خَلَقَ
"Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan."
(QS. Al-'Alaq [96]: 1)
Wahyu pertama menunjukkan ilmu sebagai fondasi peradaban.
2. Kemuliaan orang berilmu
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
"Allah meninggikan orang-orang yang beriman dan
orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."
(QS. Al-Mujadilah [58]: 11)
3. Apakah sama orang berilmu?
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
"Katakanlah: apakah sama orang yang mengetahui dengan
orang yang tidak mengetahui?"
(QS. Az-Zumar [39]: 9)
Hadis Nabi ﷺ
Menuntut ilmu
طَلَبُ الْعِلْمِ
فَرِيضَةٌ عَلَى
كُلِّ مُسْلِمٍ
"Menuntut ilmu wajib atas setiap Muslim."
(HR. Ibnu Majah)
Sebaik-baik manusia
خيركم من تعلم القرآن وعلمه
"Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur'an dan
mengajarkannya."
(HR. Bukhari)
Menyampaikan ilmu
بلغوا عني ولو آية
"Sampaikan dariku walaupun satu ayat."
(HR. Bukhari)
Argumen Syar'i :
Kaidah pertama
Menuntut ilmu adalah kewajiban syariat.
↓
Kaidah kedua
Sesuatu yang menjadi sarana terlaksananya kewajiban juga
harus dijaga keberadaannya.
↓
Kaidah ketiga
Negara berkewajiban mengurus urusan rakyat demi kemaslahatan.
↓
Kesimpulan
Negara harus menyediakan sistem pendidikan yang memungkinkan masyarakat memperoleh pendidikan tanpa terhalang biaya yang tidak semestinya. Kerangka ini ditegaskan bahwa pendidikan dipandang sebagai bagian dari tanggung jawab negara untuk mewujudkan kemaslahatan umum.
Hujjah Ulama :
Dalam penjelasan QS. Al-Anbiya' ayat 107 disebutkan bahwa menurut Ibn Katsir, orang yang menerima risalah Nabi Muhammad ﷺ memperoleh rahmat di dunia dan akhirat, sedangkan yang menolaknya kehilangan petunjuk. Penjelasan ini digunakan untuk menegaskan bahwa ilmu dan pendidikan diarahkan pada terwujudnya rahmat bagi alam semesta.
Solusi :
Beberapa prinsip yang Ditawarkan:
- Pendidikan merupakan fondasi
pembangunan manusia dan peradaban.
- Negara memberikan perhatian serius
terhadap guru, ilmuwan, perpustakaan, riset, dan literasi.
- Tujuan pendidikan adalah membentuk
manusia yang beriman, berilmu, berakhlak, dan bermanfaat.
- Pendidikan dipandang sebagai investasi peradaban, bukan sekadar investasi ekonomi atau komoditas pasar.
Kesimpulan
Mahalnya pendidikan tinggi dipandang sebagai konsekuensi
ketika pendidikan bergeser dari pelayanan publik menjadi komoditas
yang mengikuti mekanisme pasar (market-oriented). Kritik utamanya bukan
hanya pada kenaikan biaya, tetapi pada perubahan tujuan pendidikan: dari
pembentukan manusia beriman, berilmu, dan berakhlak menjadi orientasi yang
lebih kuat pada kebutuhan pasar kerja dan pertimbangan ekonomi.
#PendidikanTinggi #KuliahMahal #BiayaKuliah #MarketOriented
#PendidikanIslam #SistemIslam #Syariah #PeradabanIslam #IslamKaffah
#DakwahIslam #LiterasiIslam #NgajiYuk #PemudaIslam #MahasiswaMuslim
#EdukasiIslam #FYP #FYPIndonesia #Viral #Reels #Shorts #TikTokIndonesia
#Explore #BelajarIslam #Indonesia


Posting Komentar untuk " Pendidikan Tinggi: Makin Mahal Akibat Market-Oriented?"