Kalau syariat diterapkan, apakah non-Muslim akan disingkirkan?

 Banyak orang takut ketika mendengar kata “syariat”.

Seolah-olah kalau Islam diterapkan, orang yang berbeda agama akan disingkirkan.

Padahal yang diatur bukan siapa orangnya, tetapi perilakunya.

Sama seperti aturan lalu lintas:
Lampu merah berlaku untuk semua, bukan hanya untuk orang yang membuat aturannya.

Yang dibahas di sini bukan “agama untuk kelompok tertentu”, tetapi sistem hukum yang mengatur kehidupan bersama.

Dalam Islam, hukum berlaku sama:

  • yang benar harus dilindungi

  • yang salah harus dihukum

  • tanpa melihat Muslim atau non-Muslim

  • tanpa melihat kaya atau miskin

  • tanpa melihat pejabat atau rakyat biasa

Anehya, ketika sistem lain diterapkan, hampir tidak ada yang mempertanyakannya.

Kapitalisme misalnya.

Padahal kapitalisme juga punya aturan, nilai, dan keberpihakan.

Tapi ketika Islam dijadikan dasar aturan, langsung disebut memecah belah.

Kalau logikanya konsisten, seharusnya semua sistem diperlakukan sama.

Karena tidak ada sistem yang benar-benar “netral”.

Pertanyaannya:

Kenapa banyak orang takut pada istilah “syariat”, tetapi tidak pernah mempertanyakan sistem lain yang sudah mengatur hidup mereka setiap hari?

Tulis pendapatmu di komentar.
Kalau menurutmu ini penting untuk dibahas, share agar lebih banyak orang berpikir.

“Kalau syariat diterapkan, apakah non-Muslim akan disingkirkan?”

Pertanyaan ini sering muncul.

Padahal syariat yang dibahas adalah sistem aturan, bukan identitas orang.

Undang-undang di sebuah negara juga berlaku untuk semua warga, bukan hanya untuk pihak yang membuatnya.

Begitu juga syariat:
yang diatur adalah perbuatan, bukan siapa pelakunya.

Dalam hukum Islam:
Siapa pun yang benar harus dilindungi.
Siapa pun yang salah harus bertanggung jawab.

Tidak peduli dia:

  • Muslim atau non-Muslim

  • Kaya atau miskin

  • Pejabat atau rakyat biasa

Yang menarik, banyak orang takut pada syariat, tapi tidak pernah takut pada kapitalisme.

Padahal kapitalisme juga sistem.
Ia punya aturan.
Punya nilai.
Dan sering kali lebih menguntungkan mereka yang punya modal besar.

Jadi sebenarnya, yang perlu dipertanyakan bukan “apakah ada sistem”, karena masyarakat pasti hidup dengan sistem.

Yang perlu dipertanyakan adalah:

Sistem mana yang paling adil untuk semua?

Setuju atau tidak?

Posting Komentar untuk "Kalau syariat diterapkan, apakah non-Muslim akan disingkirkan?"