KENAPA “KHILAFAH HARAM” SELALU DIULANG, TAPI JARANG DIJELASKAN?
🔥 KENAPA “KHILAFAH HARAM” SELALU DIULANG, TAPI JARANG DIJELASKAN?
Banyak orang langsung memberi label: haram, makar, radikal, bahkan terorisme.
Tapi anehnya, ketika diminta dalil, data, dan penjelasan yang utuh, jawabannya sering kali tidak jelas.
Dulu ada yang mengatakan khilafah bukan bagian dari ajaran Islam.
Padahal, khilafah sudah dibahas dalam banyak kitab ulama selama berabad-abad. Ia bukan gagasan baru, bukan juga ciptaan satu kelompok tertentu.
Kalau sesuatu sudah menjadi bagian dari khazanah Islam sejak lama, lalu tiba-tiba dinyatakan haram tanpa dalil yang jelas, bukankah itu justru patut dipertanyakan?
Karena narasi “khilafah bukan ajaran Islam” sulit dipertahankan, narasinya bergeser menjadi:
“Yang kami tolak itu khilafah ala HTI.”
Masalahnya, apa sebenarnya yang dimaksud “khilafah ala HTI”?
HTI juga merujuk pada kitab-kitab ulama yang sama. Jadi istilah itu sering terdengar seperti label baru, bukan bantahan yang benar-benar menjawab substansi.
Argumen yang paling sering dipakai adalah:
“Kalau khilafah diperjuangkan, nanti akan timbul kerusakan.”
Tapi ketika ditanya, kerusakan seperti apa?
Jawabannya biasanya hanya dugaan.
Kalau sama-sama dugaan, kenapa yang dipilih selalu dugaan buruk?
Kenapa tidak dibahas juga kemungkinan lahirnya kemaslahatan?
Ada juga yang langsung menakut-nakuti:
“Kalau khilafah diperjuangkan, Indonesia akan seperti Suriah atau ISIS.”
Padahal konflik di Timur Tengah bukan semata-mata karena ide khilafah.
Di sana ada perebutan kekuasaan, perang, kepentingan politik, dan campur tangan negara-negara asing.
Jadi menjadikan Suriah sebagai “ancaman” untuk Indonesia lebih terlihat sebagai asumsi daripada argumen.
Ada yang bilang perjuangan khilafah bertentangan dengan kesepakatan ulama pendiri bangsa.
Padahal sistem negara Indonesia lahir dari BPUPKI dan PPKI, bukan hanya dari forum ulama.
Dan sejarah juga menunjukkan bahwa sebagian tokoh Islam saat itu ingin Indonesia lebih dekat dengan syariat.
Piagam Jakarta adalah salah satu bukti bahwa perdebatan itu memang sudah ada sejak awal.
Yang paling sering dipakai untuk menyerang adalah mengaitkan HTI dengan terorisme.
Logikanya sederhana:
Ada pelaku teror yang dulu pernah dekat dengan HTI, maka HTI dianggap mengajarkan teror.
Padahal logika seperti ini lemah.
Kalau ada koruptor lulusan universitas tertentu, apakah universitasnya otomatis mengajarkan korupsi?
Kalau ada aparat yang melakukan kejahatan, apakah institusinya otomatis bersalah?
Tentu tidak.
Sampai hari ini, tuduhan terhadap HTI biasanya berputar di situ-situ saja:
“Haram.”
“Makar.”
“Radikal.”
“Teroris.”
Tapi mana dalilnya?
Mana datanya?
Mana penjelasan yang benar-benar utuh?
Perbedaan pendapat itu wajar.
Tapi kalau sebuah gagasan mau dibantah, bantahlah dengan argumen. Bukan dengan stigma.
Menurut Anda, tuduhan mana yang paling sering dipakai, tapi paling mudah dipatahkan?
Tulis di komentar. 👇


Posting Komentar untuk " KENAPA “KHILAFAH HARAM” SELALU DIULANG, TAPI JARANG DIJELASKAN?"