Metode pengajaran dalam Sistem Pendidikan Islam
Metode pengajaran dalam Sistem Pendidikan Islam
Metode pengajaran dalam Sistem Pendidikan Islam tidak hanya berbicara tentang teknik mengajar, tetapi terkait erat dengan tujuan pendidikan, cara memperoleh ilmu, dan pembentukan kepribadian Islam.
1. Landasan Metode Pengajaran
A. Aqidah Islam sebagai dasar pendidikan
Kitab Masyru' Dustur menyatakan:
"Dasar yang menjadi fondasi kurikulum pendidikan adalah aqidah Islam. Seluruh materi pelajaran dan metode pengajaran harus disusun sehingga tidak keluar dari dasar ini."
Demikian pula dalam Ususu Ta'lim dan At-Tafkiir:
"Dasar manhaj pendidikan adalah aqidah Islam; seluruh
bahan pelajaran dan metode pengajaran harus dibangun di atas dasar
tersebut."
Dalil
Allah SWT berfirman:
"Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan." (QS
Al-'Alaq: 1)
Ayat pertama yang turun tidak hanya memerintahkan membaca, tetapi mengikat aktivitas ilmu dengan aqidah dan keimanan. Kitab Ususu Ta'lim menjadikan ayat ini sebagai pembukaan pembahasan pendidikan.
2. Metode Pengajaran Islam
Metode Pertama:
At-Ta'lim al-Fikri (Pengajaran Berbasis Pemikiran)
Dalam Syakhshiyah Islamiyah Juz 1 dijelaskan:
"Budaya Islam harus diterima secara pemikiran
(talaqqiyan fikriyyan)."
Artinya:
- bukan hafalan kosong,
- bukan indoktrinasi buta,
- bukan sekadar pengulangan.
Peserta didik harus:
- memahami fakta (waqi'),
- memahami dalil,
- menghubungkan keduanya.
"Harus dipahami realitas suatu perkara dan dihubungkan
dengan informasi yang menjelaskan realitas tersebut."
Hujjah
Aqidah Islam sendiri diperintahkan dibangun dengan akal.
"Seorang Muslim wajib mengambil aqidahnya melalui akal,
bukan sekadar menerima secara pasrah."
Dalil
Allah berulang kali menggunakan:
- أفلا تعقلون
- أفلا يتفكرون
- أفلا يتدبرون
yang menunjukkan proses pendidikan harus mengaktifkan akal.
Metode Kedua:
At-Ta'ammuq fil Bahth (Pendalaman Materi)
Dalam bab Thariqah ad-Dars fil Islam disebutkan:
"Budaya Islam memiliki metode belajar tersendiri, yaitu
mempelajari sesuatu secara mendalam hingga hakikatnya dipahami dengan
benar."
Karena itu:
- tidak cukup mengetahui kesimpulan,
- harus mengetahui sebab,
- dalil,
- dan proses istinbathnya.
Argumen :
"Budaya Islam berakar sangat dalam sehingga memerlukan
kesabaran dan ketekunan dalam mempelajarinya."
Maka pengajaran Islam bukan model:
- ringkasan instan,
- slogan,
- motivasi semata.
Tetapi:
- tahqiq,
- tadqiq,
- dan pendalaman.
Metode Ketiga:
Al-I'tiqad bima Yutawasshalu Ilaih (Meyakini Ilmu yang
Dipelajari)
"Metode belajar Islam adalah meneliti secara mendalam
lalu meyakini hasil yang dicapai."
Artinya ilmu tidak berhenti pada pengetahuan.
Ilmu harus menghasilkan:
- tashdiq (pembenaran),
- qana'ah (keyakinan),
- iltizam (komitmen).
Dalil
Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah
orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak
ragu-ragu." (QS Al-Hujurat: 15)
Metode Keempat:
At-Tathbiq wal Waqi'iyyah (Pembelajaran Berbasis Praktik)
Ini merupakan salah satu poin paling penting.
"Ilmu harus dipelajari untuk diamalkan ketika
realitasnya terjadi dalam kehidupan, bukan sekadar untuk pengetahuan dan
kenikmatan intelektual."
"Metode Islam dalam belajar adalah pendalaman,
keyakinan, dan mengambil ilmu secara nyata untuk diterapkan dalam
kehidupan."
Hujjah
Kitab Mafahim mengkritik pendidikan yang menjadikan
Islam hanya teori:
"Islam dipelajari sebagai filsafat teoritis khayalan
sehingga hukum-hukum syariah menjadi teori yang tidak praktis."
Dalil
Rasulullah ﷺ mengajarkan para sahabat untuk langsung
mengamalkan ilmu.
Ibnu Mas'ud ra berkata:
"Kami mempelajari sepuluh ayat, tidak melewatinya sampai
mengetahui maknanya dan mengamalkannya."
Metode sahabat adalah:
Ilmu → Pemahaman → Amal.
Metode Kelima:
Rabthul Fikr bisy-Syu'ur (Menghubungkan Ilmu dengan Perasaan)
Kitab Mafahim menjelaskan:
"Pengajaran Islam harus mempengaruhi perasaan sehingga
akal dan perasaan terhubung."
Sedangkan dalam kitab D4ul4h Islamiyah menyebut:
"Mereka menerima hukum Islam secara pemikiran sehingga
mempengaruhi perasaan mereka."
Karena itu guru tidak hanya:
- menyampaikan informasi,
tetapi juga:
- membangkitkan kesadaran,
- ketakwaan,
- rasa tanggung jawab.
Dalil
Allah SWT:
"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama." (QS Fathir: 28)
Ilmu yang benar melahirkan rasa takut kepada Allah.
Metode Keenam:
Menolak Sekadar Ceramah dan Hafalan
Kitab Mafahim H1zb ut-T4hr1r mengkritik metode yang
hanya berupa:
- khutbah,
- nasihat,
- ceramah emosional.
Disebutkan:
"Digantikan metode pendidikan mendalam dengan metode
nasihat dan ceramah yang dangkal."
ceramah hanya pelengkap,
sedangkan inti pendidikan adalah:
- pembentukan mafahim (pemahaman),
- pembentukan pola pikir,
- pembentukan pola sikap.
3. Tujuan Akhir Metode Pengajaran
Dalam Masyru' Dustur Pasal 171–172 dijelaskan:
Tujuan pendidikan:
- Membentuk aqliyah Islamiyah (pola
pikir Islam).
- Membentuk nafsiyah Islamiyah (pola
sikap Islam).
- Membentuk syakhshiyah Islamiyah
(kepribadian Islam).
- Membekali manusia dengan ilmu-ilmu
kehidupan.
Karena itu metode pengajaran harus menghasilkan:
|
Tahap dan |
Hasil |
|
Memahami > |
Fahm |
|
Meyakini > |
Iman/Qana'ah |
|
Merasakan > |
Ta'atstsur |
|
Mengamalkan > |
Amal |
|
Menjadi karakter |
> Syakhshiyah Islamiyah |
Kesimpulan :
Metode pengajaran dalam Sistem Pendidikan Islam dibangun di
atas enam prinsip utama:
- Berbasis aqidah Islam.
- Mengaktifkan pemikiran dan
penalaran (fikri).
- Pendalaman materi hingga memahami
hakikatnya.
- Melahirkan keyakinan, bukan sekadar
pengetahuan.
- Menghubungkan ilmu dengan amal dan
realitas kehidupan.
- Menghubungkan pemikiran dengan
perasaan sehingga terbentuk kepribadian Islam.
Metode ini berbeda dari pendidikan yang hanya mengejar
informasi atau keterampilan. Tujuan akhirnya adalah membentuk syakhshiyah
Islamiyah (kepribadian Islam) yang berpikir, merasakan, dan bertindak
berdasarkan Islam.
Referensi dari file :
- أسس التعليم المنهجي في دولة الخلافة (Ususu Ta'lim)
- الشخصية الإسلامية ج1
Bab "طريقة الدرس
في الإسلام"
- مشروع دستور دولة الخلافة Pasal 170–180
- الدولة الإسلامية
- مفاهيم حزب التحرير
#SyakhshiyahIslamiyah #AqliyahIslamiyah #NafsiyahIslamiyah
#TsaqafahIslam #PeradabanIslam #Kh1l4f4h #SistemPendidikanIslam
#MetodePendidikanIslam #PemikiranIslam #IslamKaffah


Posting Komentar untuk "Metode pengajaran dalam Sistem Pendidikan Islam"