Solusi Islam Mengatasi Pendidikan yang Mahal
Solusi Islam Mengatasi Pendidikan yang Mahal
Berdasarkan kitab Masyru' Dustur Daulah Kh1l4f4h dan Ususu Ta'lim fi Daul4h al-Kh1laf4h, solusi Islam terhadap mahalnya pendidikan bukan sekadar memberi subsidi, tetapi menjadikan pendidikan sebagai tanggung jawab negara yang wajib diberikan kepada seluruh rakyat secara gratis.
1. Akar Masalah Pendidikan Mahal
Dalam sistem kapitalisme, pendidikan dipandang sebagai komoditas
ekonomi yang dapat diperjualbelikan.
Akibatnya:
- Sekolah dan kampus berlomba mencari
keuntungan.
- Biaya pendidikan dibebankan kepada
orang tua.
- Terjadi komersialisasi ilmu.
- Pendidikan berkualitas hanya dapat
diakses oleh kelompok tertentu.
Sementara dalam Islam, pendidikan dipandang sebagai:
- Kebutuhan pokok umat.
- Sarana membentuk kepribadian Islam.
- Kewajiban negara untuk
menyediakannya.
2. Dalil Kewajiban Negara Mengurus Rakyat
Hadis Rasulullah ï·º
"Al-Imam (Kh4lifah) adalah pemelihara dan ia bertanggung
jawab atas rakyatnya."
HR. al-Bukhari dan Muslim.
Hadis ini menjadi dasar bahwa negara wajib mengurus seluruh
kebutuhan publik yang diperlukan umat, termasuk pendidikan.
Hadis Rasulullah ï·º
"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan
dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya."
HR. al-Bukhari dan Muslim.
Negara tidak boleh melepaskan urusan pendidikan kepada
mekanisme pasar.
3. Solusi Islam: Pendidikan Gratis untuk Semua
Dalam kitab Masyru' Dustur Daulah Kh1laf4h disebutkan:
"Negara wajib menyediakan pendidikan bagi setiap
individu laki-laki maupun perempuan pada tingkat dasar dan menengah secara
gratis. Negara juga membuka kesempatan pendidikan tinggi secara gratis
semaksimal kemampuan yang ada."
Pasal 178
Isi pasal tersebut menegaskan:
- Pendidikan dasar gratis.
- Pendidikan menengah gratis.
- Pendidikan tinggi dibuka
seluas-luasnya secara gratis.
- Berlaku untuk laki-laki dan
perempuan.
Artinya:
Islam tidak mengenal:
- Uang pangkal miliaran rupiah.
- UKT yang mencekik.
- Pinjaman pendidikan berbunga.
- Komersialisasi kampus.
4. Negara Menanggung Infrastruktur Pendidikan
Dalam Pasal 179 disebutkan:
Negara wajib menyediakan:
- Perpustakaan.
- Laboratorium.
- Sarana penelitian.
- Fasilitas ilmu pengetahuan lainnya.
Tujuannya agar lahir:
- Mujtahid.
- Ulama.
- Dokter.
- Insinyur.
- Peneliti.
- Penemu.
Jadi bukan hanya sekolah gratis, tetapi seluruh ekosistem
ilmu juga disediakan negara.
5. Dalil Al-Qur'an Tentang Kewajiban Menuntut Ilmu
"Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan."
Ayat pertama yang turun adalah perintah membaca.
Dalam kitab Ususu Ta'lim fi Daulah al-Kh1laf4h ayat
ini dijadikan pembuka pembahasan sistem pendidikan Islam.
Hal ini menunjukkan:
- Ilmu adalah kebutuhan utama umat.
- Negara harus memfasilitasinya.
6. Mengapa Pendidikan Tidak Boleh Dijadikan Bisnis?
Karena tujuan pendidikan dalam Islam bukan mencari
keuntungan.
Dalam Masyru' Dustur, Pasal 172 disebutkan:
Tujuan pendidikan adalah membentuk kepribadian Islam dan
membekali manusia dengan ilmu yang dibutuhkan dalam kehidupan.
Jadi orientasi pendidikan adalah:
|
Islam > < |
Kapitalisme |
|
Membentuk manusia bertakwa |
><Menghasilkan tenaga kerja |
|
Mencerdaskan umat >< |
Menghasilkan keuntungan |
|
Pelayanan publik >< |
Komoditas ekonomi |
7. Dari Mana Dana Pendidikan Dalam Islam?
Dalam kitab Al-Amwal fi Daul4h al-Kh1laf4h dijelaskan
bahwa negara memiliki sumber pemasukan tetap dari:
- Kharaj
- Jizyah
- Fai'
- Ghanimah
- Kepemilikan umum
- Hasil tambang
- Minyak dan gas
- Hutan
- Laut
- Sumber daya alam lainnya
Karena itu:
Biaya pendidikan tidak dibebankan kepada rakyat.
Justru dibiayai oleh Baitul Mal dari kekayaan umat yang
dikelola negara.
8. Hujjah Ulama
Dalam Ihya' Ulumuddin beliau menjelaskan bahwa ilmu
adalah kebutuhan agama dan dunia. Jika ilmu ditelantarkan, kehidupan umat akan
rusak.
Karena itu negara wajib menjaga keberlangsungan pendidikan.
Imam Al-Mawardi
Dalam Al-Ahkam As-Sulthaniyyah dijelaskan bahwa tugas
penguasa adalah menjaga agama dan mengatur urusan dunia rakyat berdasarkan
agama.
Pendidikan termasuk sarana utama penjagaan agama dan
kemaslahatan umat.
Dalam kitab-kitab pendidikan dijelaskan:
- Pendidikan adalah hak seluruh
rakyat.
- Negara wajib menyediakannya.
- Negara wajib membiayainya.
- Negara wajib membuka akses
pendidikan tinggi seluas-luasnya.
9. Bagaimana Praktiknya dalam Sejarah Islam?
Pada masa:
- Umar bin Khattab
- Harun al-Rashid
- Al-Ma'mun
Negara:
- Menggaji guru.
- Menyediakan perpustakaan.
- Mendanai penelitian.
- Menanggung pendidikan masyarakat.
Lembaga seperti Bayt al-Hikmah berkembang karena pembiayaan negara, bukan karena biaya kuliah mahasiswa.
Kesimpulan
Solusi Islam terhadap mahalnya pendidikan adalah menjadikan pendidikan sebagai tanggung jawab negara, bukan komoditas pasar.
Pokok-pokok solusinya:
- Pendidikan dasar dan menengah
gratis.
- Pendidikan tinggi dibuka gratis
seluas mungkin.
- Negara menyediakan perpustakaan,
laboratorium, dan sarana riset.
- Dana pendidikan berasal dari Baitul
Mal dan pengelolaan kepemilikan umum.
- Tujuan pendidikan adalah membentuk kepribadian Islam dan membangun peradaban ilmu, bukan mencari keuntungan.
Dengan demikian, dalam Islam, mahalnya pendidikan terjadi
karena pendidikan diperlakukan sebagai barang dagangan, sedangkan Islam
menempatkannya sebagai pelayanan publik yang wajib dijamin negara bagi seluruh
rakyat.
#Islam #PendidikanIslam #SolusiIslam #SyariahIslam #Khilafah
#DakwahIslam #MuslimIndonesia #UmatIslam #FYP #FYPIndonesia #ViralIndonesia
#Trending #ReelsIndonesia #TikTokIndonesia #BelajarIslam #LiterasiIslam
#PemudaIslam #GenerasiIslam #PendidikanGratis #KuliahGratis #SekolahGratis
#BiayaPendidikan #PendidikanMahal #KeadilanSosial #EkonomiIslam #InspirasiIslam
#KontenIslam #NgajiPolitikIslam #IslamRahmatanLilAlamin #DakwahDigital



Posting Komentar untuk "Solusi Islam Mengatasi Pendidikan yang Mahal"