Bencana Sumatra: Alam Disalahkan, Manusia Dilupakan - Tokoh Peduli Umat Menyoroti Akar Masalah di Balik Banjir dan Longsor

 


🌧️ Bencana Sumatra: Alam Disalahkan, Manusia Dilupakan

Tokoh Peduli Umat Menyoroti Akar Masalah di Balik Banjir dan Longsor

 Banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kembali menelan korban jiwa dan harta. Namun, menyebutnya semata sebagai bencana alam adalah penyederhanaan yang menyesatkan.

Tokoh Peduli Umat menegaskan:
👉 di balik cuaca ekstrem, terdapat kerusakan lingkungan yang disengaja dan sistematis.

🔍 Kerusakan yang Direncanakan

Penebangan hutan tanpa kendali, ekspansi perkebunan skala besar, serta aktivitas pertambangan di wilayah hulu telah merusak fungsi alam secara fatal.

Akibatnya:

  • Daya serap tanah hilang
  • Fungsi hidrologis runtuh
  • Air meluap tanpa kendali
  • Longsor dan banjir menjadi siklus berulang

Ini bukan kebetulan. Ini konsekuensi kebijakan.

💰 Pembangunan Salah Arah

Kerusakan ini lahir dari model pembangunan eksploitatif, yang:

  • Menghalalkan perusakan demi keuntungan jangka pendek
  • Mengabaikan keberlanjutan ekosistem
  • Menempatkan keselamatan rakyat di posisi paling akhir

Izin usaha dikeluarkan dengan mudah, sementara dampaknya diwariskan kepada masyarakat.

⚠️ Politik Transaksional & Korporasi

Tokoh Peduli Umat menilai, persoalan ini tak lepas dari:

  • Politik transaksional
  • Keberpihakan kebijakan pada pemilik modal
  • Negara yang gagal melindungi rakyatnya

Korporasi meraup laba,
rakyat menanggung bencana.

 

🏴 Wajah Buruk Kapitalisme Sekuler

Inilah realitas sistem kapitalisme sekuler:

  • Alam diperlakukan sebagai komoditas
  • Aturan bisa diubah demi kepentingan elite
  • Moral dan amanah dikesampingkan

Kedaulatan rakyat terpinggirkan, sementara kerusakan dilegalkan.

🌿 Pandangan Islam: Ini Adalah Fasad

Dalam Islam, kerusakan lingkungan, kemiskinan massal, dan ketimpangan sosial adalah fasad—akibat pelanggaran terhadap hukum Allah.

Fasad muncul ketika:

  • Yang haram dihalalkan
  • Yang wajib ditinggalkan
  • Amanah kekuasaan dikhianati

Baik secara individu maupun sistemik.

📜 Solusi: Syariah Kaffah

Tokoh Peduli Umat menyerukan kembali kepada jalan yang diridhai Allah.

Penerapan syariah Islam secara kaffah, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam, diyakini mampu:

  • Menjaga lingkungan
  • Menghentikan eksploitasi rakus
  • Mengelola kekayaan umum oleh negara
  • Menghadirkan kesejahteraan yang adil dan berkelanjutan

🤲 Duka & Solidaritas Umat

Tokoh Peduli Umat menyampaikan belasungkawa mendalam:

  • Bagi para korban wafat
  • Mereka yang hilang
  • Seluruh masyarakat terdampak

Doa dan bantuan nyata dari seluruh elemen umat sangat dibutuhkan saat ini.

🏛️ Tanggung Jawab Negara

Pemerintah didesak untuk:

  • Bertindak cepat dan menyeluruh
  • Menjamin keselamatan dan kebutuhan hidup korban
  • Memulihkan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan fasilitas ibadah
  • Menghentikan kebijakan yang melahirkan bencana berulang

Sampai kapan kerusakan lingkungan ini terus kita sebut sebagai “bencana alam”, padahal jelas ada tangan manusia dan sistem yang bersalah?

📌 Saatnya umat sadar.
Saatnya berpihak pada kebenaran.

🔔 Call to Action (Penting untuk Engagement)

👉 Like jika Anda peduli
👉 Share agar lebih banyak yang sadar
👉 Follow @portalperadabanislam untuk perspektif kritis & solusi Islam atas persoalan umat

#BencanaSumatra #KrisisLingkungan #TokohPeduliUmat #LawanEksploitasi
#KeadilanLingkungan #KritikKapitalisme #SyariahKaffah #IslamSolusi
#SaveSumatra #UmatBersatu

Sumber : https://media-umat.com/


Posting Komentar untuk "Bencana Sumatra: Alam Disalahkan, Manusia Dilupakan - Tokoh Peduli Umat Menyoroti Akar Masalah di Balik Banjir dan Longsor"