Perang Amerika terhadap Islam: Antara Geopolitik dan Perang Wacana
Perang Amerika terhadap Islam: Antara Geopolitik dan Perang
Wacana
Narasi “perang Amerika terhadap Islam” tidak lahir secara tiba-tiba.
Ia terbentuk dari dinamika politik global pasca-Perang Dingin, ketika dunia
Barat kehilangan musuh ideologis utamanya dan mulai memosisikan Islam sebagai
ancaman baru. 📌
Setelah runtuhnya Uni Soviet, sebagian elite politik Amerika membutuhkan “musuh
pengganti”.
Islam politik kemudian dibingkai sebagai sumber ekstremisme dan ketidakstabilan
global, melalui bahasa keamanan, terorisme, dan radikalisme.
Pernyataan pejabat Amerika tentang “Islam radikal” sering kali menyederhanakan
realitas yang kompleks.
Umat Islam yang beragam—secara mazhab, budaya, dan praktik sosial—direduksi
menjadi satu kategori ancaman, tanpa pembedaan yang adil dan proporsional.
Kebijakan geopolitik seperti Perjanjian Abraham menunjukkan pendekatan
pragmatis Amerika di Timur Tengah.
Stabilitas kawasan didefinisikan melalui aliansi politik dan normalisasi
hubungan, bukan melalui penyelesaian akar konflik dan keadilan struktural,
khususnya bagi Palestina.
Intervensi militer di Irak, Afghanistan, dan kawasan Muslim lainnya semakin
menguatkan persepsi standar ganda.
Atas nama keamanan global, perang dijalankan, tetapi yang tertinggal justru
trauma kolektif, korban sipil, dan instabilitas berkepanjangan.
Pada akhirnya, ini bukan semata konflik senjata, melainkan perang wacana.
Siapa yang mendefinisikan Islam, dengan bahasa apa, dan untuk kepentingan
siapa—itulah persoalan kuncinya.
Pertanyaannya:
Bagaimana seharusnya umat Islam merespons narasi global yang terus membingkai
Islam sebagai ancaman?
Diam, melawan dengan emosi, atau membangun narasi tandingan yang cerdas dan
bermartabat?
💬 Tuliskan pandangan Anda di kolom komentar.
🔁 Bagikan jika Anda merasa isu ini penting untuk dibaca lebih luas.
@portalperadabanislam
#PerangWacana #IslamGlobal #Geopolitik #NarasiBarat #KesadaranUmat
Sumber : https://media-umat.com/

Posting Komentar untuk "Perang Amerika terhadap Islam: Antara Geopolitik dan Perang Wacana"