Pelayan Rakyat

 


Pelayan Rakyat

Pemimpin hari ini sibuk menjaga pencitraan.

Sementara para khalifah dahulu sibuk menjaga amanah.

Mereka tidak takut kehilangan jabatan.
Mereka takut jika ada rakyat yang belum makan.

Dan ini bukan dongeng.
Ini sejarah Islam.

 

Suatu malam, Umar bin Khattab berkeliling Madinah sendirian.

Beliau menemukan seorang ibu yang “memasak batu” hanya untuk menenangkan anak-anaknya yang kelaparan.

Umar langsung menangis.
Beliau pulang mengambil gandum dari Baitul Mal.
Lalu memikulnya sendiri.
Memasakkan makanan untuk keluarga itu dengan tangannya sendiri.

Tanpa kamera.
Tanpa media.
Tanpa pencitraan.

 

Ketika pelayannya ingin membantu memikul gandum, Umar berkata:

“Apakah engkau akan memikul dosa-dosaku pada Hari Kiamat?”

Kalimat ini sangat dalam.

Bagi Umar, jabatan bukan kehormatan.
Jabatan adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

 

Ali bin Abi Thalib pernah berkata:

“Aku adalah ayah bagi kalian.”

Beliau tidak meminta dihormati seperti raja.
Beliau merasa wajib melindungi rakyatnya seperti keluarga sendiri.

Malam hari beliau berjalan memeriksa keadaan masyarakat.
Menyelesaikan masalah sebelum menjadi musibah besar.

 

Umar bin Abdul Aziz bahkan sering sulit tidur setelah menjadi khalifah.

Beliau memikirkan:

  • anak yatim,
  • orang miskin,
  • rakyat yang terzalimi.

Beliau berkata:

“Aku tahu Rabb-ku akan menanyaiku tentang mereka semua.”

Hari ini banyak pemimpin sulit tidur karena elektabilitas menurun.
Dahulu, pemimpin sulit tidur karena takut hisab.

 

Harun ar-Rasyid pernah ditegur keras oleh seorang ulama di depan banyak orang.

Namun beliau tidak marah.
Tidak membungkam.
Tidak menyerang balik.

Beliau justru menangis dan berkata:

“Semoga Allah merahmatimu. Engkau telah menunjukkan aib-aibku.”

Karena pemimpin yang takut kepada Allah tidak anti kritik.
Mereka bersyukur ketika masih ada yang mengingatkan.

 

Yang menarik...

Pelayanan rakyat pada masa khilafah bukan hanya bergantung pada pribadi pemimpin.

Semua ditopang oleh sistem:

  • Syariah menjadi hukum tertinggi.
  • Baitul Mal digunakan untuk melayani rakyat.
  • Ulama bebas menasihati penguasa.
  • Rakyat tidak dibungkam.

Karena sistem yang benar membantu menjaga lahirnya pemimpin yang amanah.

 

Hari ini kita sering berharap hadir pemimpin yang baik.

Namun jarang bertanya:

Apakah sistem hari ini mendukung lahirnya pemimpin yang takut kepada Allah?

Ataukah justru sistemnya membuat orang baik tersingkir sebelum berjuang?

 

Mungkin itu sebabnya umat selalu merindukan sosok seperti:

  • Umar bin Khattab,
  • Ali bin Abi Thalib,
  • Umar bin Abdul Aziz.

Pemimpin yang gemetar ketika mendengar tangisan rakyat.

Bukan pemimpin yang sibuk menjaga citra dan kebal terhadap kritik.

Masih mungkinkah lahir pemimpin seperti itu hari ini?

Tulis pendapatmu di komentar.

 

Kalau menurutmu tulisan ini penting,
sebarkan agar lebih banyak orang sadar seperti apa seharusnya seorang pemimpin.

 

#Islam #Pemimpin #Khilafah #SejarahIslam #UmarBinKhattab #AliBinAbiThalib #UmarBinAbdulAziz #DakwahIslam #Muhasabah #Nasihat #UmatIslam #PemimpinAmanah #ReminderIslam


Sumber :     https://alwaie.net/

Posting Komentar untuk "Pelayan Rakyat"