SERUAN PENEGAKAN KHILAFAH DALAM KILASAN SEJARAH

SERUAN PENEGAKAN KHILAFAH DALAM KILASAN SEJARAH

Oleh: Septian AW
(Sejarawan, Founder Institut Literasi Khilafah dan Indonesia – ILKI)

1️⃣Keruntuhan Khilafah pada 1924 bukan sekadar pergantian sistem politik.
Bagi Dunia Islam, peristiwa ini dipahami sebagai kehilangan simbol persatuan dan kepemimpinan umat.
Karena itulah, isu Khilafah tidak pernah benar-benar mati—ia terus muncul, diperdebatkan, dan diwariskan lintas generasi.

2️⃣Sejumlah ulama besar menolak anggapan bahwa Khilafah telah berakhir.
Pimpinan Al-Azhar saat itu menegaskan: yang hilang hanyalah figur khalifah, bukan kewajiban syar‘i-nya.
Artinya, tanggung jawab menegakkan Khilafah tetap melekat pada umat Islam.

3️⃣Reaksi atas penghapusan Khilafah menggema luas.
Mesir, India, Suriah, hingga Afghanistan menunjukkan kegelisahan yang sama.
Para ulama Al-Azhar bahkan mendorong konferensi internasional untuk membahas masa depan Khilafah secara serius.

4️⃣Indonesia pun tidak terlepas dari arus tersebut.
Tokoh pergerakan seperti HOS Tjokroaminoto kerap menyinggung Khilafah dalam pidato-pidatonya.
Ia menggambarkan umat Islam tanpa khalifah seperti tubuh tanpa kepala—hidup, tetapi kehilangan arah.

5️⃣Organisasi besar seperti Sarekat Islam, Muhammadiyah, dan Al-Irsyad pernah membentuk komite khusus urusan Khilafah.
Mereka mendiskusikan bentuk Khilafah yang tidak bersifat turun-temurun, bahkan muncul gagasan menjadikan Makkah sebagai pusat pemerintahan Khilafah.

6️⃣Namun, harapan itu perlahan memudar.
Konferensi-konferensi gagal menghasilkan keputusan nyata.
Di saat yang sama, nasionalisme, negara-bangsa, dan demokrasi Barat menguat dan mengisi ruang politik Dunia Islam.

7️⃣Akibatnya, Khilafah tereduksi.
Ia tinggal sebagai simbol sejarah, bukan sistem yang dipahami secara utuh dan operasional.
Selama beberapa dekade, seruan penegakan Khilafah nyaris tenggelam dari wacana politik umat.

8️⃣Titik balik muncul sekitar tiga dekade kemudian.
Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, melalui Hizbut Tahrir, menyusun konsep Khilafah secara sistematis dan kontemporer.
Upaya ini menghidupkan kembali Khilafah sebagai gagasan politik yang dibahas, diuji, dan diperjuangkan.

Pertanyaannya:
Jika Khilafah telah lama runtuh,
jika dunia telah berubah,
mengapa isu Khilafah terus bertahan—dan selalu kembali diperbincangkan?

💬 Tulis pandangan Anda di kolom komentar.
🔁 Bagikan jika tulisan ini membuka perspektif baru.
➕ Follow @portalperadabanislam untuk kajian sejarah-politik Islam yang berbasis literasi dan data.


#DiskusiIslam #DakwahIntelektual #IslamRahmatan #KesadaranUmat #IslamKaffah #PersatuanUmat
#OpiniIslam #RefleksiSejarah #CatatanSejarah #IslamHariIni

Sumber : https://alwaie.net/

Posting Komentar untuk "SERUAN PENEGAKAN KHILAFAH DALAM KILASAN SEJARAH"