Solusi Sistem Ekonomi Islam menangani Nilai Rupiah yang Anjlok

 


Solusi Sistem Ekonomi Islam menangani Nilai Rupiah yang Anjlok

Solusi terhadap nilai rupiah yang anjlok tidak ditangani dengan cara yang lazim dipakai sistem kapitalis (misalnya menaikkan suku bunga, intervensi pasar valas, atau utang luar negeri), tetapi dengan perubahan sistem moneter secara mendasar.

 

1. Akar masalah rupiah anjlok menurut kerangka kitab

Dalam kitab dijelaskan bahwa masalah utama muncul karena mata uang modern berbasis fiat money (uang kertas tanpa sandaran intrinsik), sehingga nilainya mudah berubah karena spekulasi, suplai uang, dan dominasi mata uang asing. Sebaliknya, Islam menetapkan standar nilai yang tetap, yaitu emas dan perak.

 

Kitab Sistem Ekonomi Islam menyatakan bahwa Islam menjadikan emas dan perak sebagai asas النقد (mata uang) dan pengukur nilai barang dan jasa. Hukum-hukum syariah seperti zakat, diyat, dan pertukaran uang dikaitkan langsung dengan emas-perak, sehingga dianggap sebagai standar moneter Islam.

 

2. Solusi utama: mengganti sistem uang fiat ke standar emas–perak

Solusi paling mendasar adalah:

 

a) Menjadikan emas dan perak sebagai basis mata uang

Negara tidak memakai uang yang nilainya ditentukan pasar semata, tetapi mata uang berbasis emas dan perak (dinar-dirham), atau uang kertas yang benar-benar mewakili emas/perak dan dapat ditukar dengannya. Dalam kitab dijelaskan beberapa bentuk sistem:

  • koin emas/perak,
  • uang kertas yang mewakili cadangan emas/perak,
  • atau sistem yang terikat langsung pada emas/perak.

 

b) Menghilangkan penyebab inflasi moneter

Sistem uang kertas menyebabkan turunnya daya beli dan inflasi, sedangkan standar emas–perak dianggap mencegah pelemahan nilai uang karena jumlah uang dibatasi oleh nilai riil logam mulia. Disebutkan secara eksplisit bahwa sistem emas-perak “menghilangkan التضخم (inflasi)” sementara sistem kertas memperparahnya.

 

c) Menstabilkan kurs antarnegara

Bila mata uang berbasis emas/perak, kurs menjadi lebih stabil karena semua mata uang memiliki ukuran nilai riil yang tetap. Hal ini disebut mengurangi gejolak nilai tukar dan kesulitan perdagangan internasional.

 

3. Kebijakan ekonomi pendukung agar mata uang tidak jatuh

Kestabilan moneter harus ditopang oleh kebijakan ekonomi negara, di antaranya:

Masalah  dan

Solusi

Ketergantungan impor >

Dorong produksi domestik & kemandirian ekonomi

Defisit perdagangan >

Kurangi ketergantungan ekspor-impor yang rentan

Spekulasi uang >

Sistem uang berbasis aset riil (emas/perak)

Inflasi karena cetak uang

> Batasi penerbitan uang pada cadangan riil

Dalam pembahasan tentang sistem emas, disebut bahwa negara diarahkan pada kecukupan domestik (self-sufficiency) dan mengurangi ketergantungan eksternal agar tidak mudah terpukul oleh tekanan ekonomi global.

 

Kesimpulan

Solusi Sistem Ekonomi Islam terhadap rupiah yang anjlok bukan sekadar “menyelamatkan rupiah”, tetapi mengganti fondasi sistem moneter:

  1. Meninggalkan uang fiat murni
  2. Mengembalikan standar emas–perak sebagai basis nilai uang
  3. Menghilangkan inflasi akibat ekspansi uang tanpa aset riil
  4. Membangun ekonomi yang lebih mandiri agar tidak mudah terpukul kurs asing

#EkonomiIslam #RupiahAnjlok #NilaiRupiah #IslamicEconomics #UangFiat #Inflasi #EkonomiSyariah #DinarDirham #KrisisEkonomi #BelajarIslam #FYP #ViralIndonesia #PemikiranIslam #KontenIslam #DakwahDigital

 


Posting Komentar untuk "Solusi Sistem Ekonomi Islam menangani Nilai Rupiah yang Anjlok"