HIJRAH: GERBANG MENUJU KEMERDEKAAN HAKIKI DALAM ISLAM
HIJRAH: GERBANG MENUJU
KEMERDEKAAN HAKIKI DALAM ISLAM
Hijrah bukan sekadar berpindah tempat.
Bukan pula hanya seremoni pergantian tahun dalam kalender Hijriah.
Hijrah adalah titik balik hidup—
langkah awal menuju kemerdekaan sejati:
dari keterikatan pada aturan manusia menuju kepatuhan penuh kepada Allah SWT.
Ia bukan dongeng atau romantisme
sejarah,
tapi kenyataan agung yang membentuk peradaban.
Tahun Hijriah bermula dari peristiwa hijrahnya Rasulullah ﷺ ke Madinah.
Mengapa itu menjadi awal
penanggalan Islam?
Karena di sanalah Islam bangkit sebagai sistem hidup dan peradaban.
Bukan lagi ditekan, tapi justru membebaskan.
Hijrah bukan pelarian.
Hijrah adalah strategi perjuangan demi tegaknya kebenaran. ✊
Sebelum cahaya Islam datang, dunia berada dalam kegelapan.
Romawi dan Persia menjajah, menindas, dan memeras banyak bangsa.
Manusia disembah. Raja diagungkan.
Perempuan dan budak diperlakukan sebagai barang.
Keadilan tak punya makna.
Islam hadir membawa perubahan
radikal—dengan cahaya tauhid dan keadilan.
Rib’i bin Amir, sahabat Nabi ﷺ, berkata di hadapan panglima Persia:
"Kami diutus untuk
membebaskan manusia dari penghambaan kepada sesama hamba, menuju penghambaan
hanya kepada Allah."
Singkat, namun penuh makna.
Inilah esensi kemerdekaan yang hakiki. 🕊️
Dalam naungan Islam:
– Budak sederajat dengan bangsawan.
– Penggembala dihargai sebagaimana saudagar.
– Semua tunduk pada hukum yang sama.
Tauhid menyatukan manusia,
menghapus sekat kasta, ras, dan kelas sosial.
Tak ada satu pun manusia yang bisa berlaku semena-mena atas nama kekuasaan.
Syariat Islam bukan hasil kompromi politik.
Bukan produk elite demi keuntungan mereka.
Hukum Islam bersumber dari wahyu.
Adil, konsisten, dan berlaku bagi semua.
Nabi ﷺ bersabda dengan tegas:
“Seandainya Fatimah, putriku,
mencuri, niscaya aku sendiri yang akan memotong tangannya.”
(HR. Bukhari)
Berbeda dengan sistem buatan manusia:
– Hukum bisa dibeli.
– Keputusan bisa dilobi.
– Rakyat ditindas demi segelintir elite.
UU disahkan meski rakyat menolak.
Keadilan disulap jadi jargon.
“Demokrasi,” katanya. Tapi nyatanya… kita masih dijajah oleh sistem yang tidak
berpihak pada umat. 😶🌫️
Hijrah adalah ajakan.
Ajakan untuk keluar dari kungkungan sistem manusia
menuju kelapangan hidup dalam aturan Allah.
Dari kebebasan semu menuju
kebebasan sejati.
Dari dunia yang menyesakkan menuju akhirat yang luas dan penuh rahmat. 🌅
Apa jadinya jika negeri-negeri tunduk kepada Islam?
Yang terjadi bukan penindasan,
melainkan perlindungan.
Bukan diskriminasi, melainkan keadilan.
Sejarah membuktikan:
Yahudi dan Nasrani hidup damai dalam kekuasaan Islam.
Ilmu berkembang pesat. Peradaban maju. Seni dan kebudayaan hidup subur.
Hijrah adalah perjuangan.
Namun hasilnya adalah kemerdekaan yang sesungguhnya.
Bukan mimpi. Bukan utopia.
Tapi janji Allah yang pasti:
“Sekiranya penduduk negeri
beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan limpahkan keberkahan dari langit dan
bumi…”
(QS Al-A'raf: 96)
🌟 Kini saatnya
berhijrah.
Dari sistem buatan manusia menuju sistem Allah.
Dari penjajahan modern menuju kemerdekaan hakiki.
💬 Siapkah engkau
berhijrah menuju kemuliaan hidup dalam Islam?
🕌 #Hijrah1447H
🕊️
#KemerdekaanHakiki
📢
#IslamMembebaskan
📚
#HijrahUntukPeradaban
📌
Follow @portalperadabanislam untuk konten dakwah yang menggugah dan
mencerahkan!
Posting Komentar untuk "HIJRAH: GERBANG MENUJU KEMERDEKAAN HAKIKI DALAM ISLAM"
Posting Komentar