Dakwah dan Perjuangan Politik: Mengapa Keduanya Tak Terpisahkan?
Dakwah dan Perjuangan Politik: Mengapa Keduanya Tak Terpisahkan?
Ungkapan “jangan membawa agama ke politik” sering terdengar dewasa dan bijak.
Padahal, jika ditelusuri lebih dalam, gagasan ini lahir dari cara pandang sekular—cara pandang yang memisahkan agama dari kehidupan publik.
Dalam Islam, pemisahan semacam itu tidak pernah dikenal.
Sekularisme membentuk persepsi bahwa politik adalah wilayah yang kotor, penuh intrik, dan kepentingan, sementara agama harus tetap “suci” dan steril darinya.
Akibatnya, setiap pembicaraan tentang politik dalam Islam kerap dicurigai sebagai ambisi tersembunyi.
Padahal, sejarah Islam justru menunjukkan sebaliknya.
Siapa pun yang membaca sirah Nabi Muhammad ﷺ secara jujur akan sulit menafikan peran politik beliau.
Dakwah Rasulullah ﷺ—baik di Makkah maupun Madinah—bukan hanya seruan akidah, tetapi juga perjuangan mengubah tatanan kekuasaan, kepemimpinan, dan sistem sosial.
Ironisnya, Barat yang paling lantang mengampanyekan sekularisme justru mengakui Nabi Muhammad ﷺ sebagai tokoh politik dan hukum dunia.
Di Mahkamah Agung Amerika Serikat, nama beliau dikenang sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah hukum manusia.
Bahkan sebelum kenabian, Rasulullah ﷺ telah aktif dalam urusan publik.
Beliau terlibat dalam Hilf al-Fudhul, menyelesaikan konflik peletakan Hajar Aswad, dan melakukan tahannuts sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas kerusakan politik, sosial, dan ekonomi masyarakatnya.
Dakwah Nabi ﷺ pun berjalan bertahap, strategis, dan terencana:
membina kader awal,
menggugat keyakinan dan adat jahiliah,
bertahan dari tekanan politik Quraisy,
mencari dukungan kekuasaan dan melakukan diplomasi.
Semua ini adalah perjuangan politik dalam makna yang paling luhur.
Namun yang membuat beliau tak tergoyahkan adalah integritas pribadi.
Kejujuran, amanah, dan akhlak mulia menjadikan musuh-musuhnya gagal menyerang kepribadiannya.
Mereka hanya mampu menuduh, tanpa pernah membuktikan.
Dan yang paling tegas:
Rasulullah ﷺ tidak pernah berkompromi dalam perkara ideologi.
Ketika ditawari harta, jabatan, dan kekuasaan, beliau menjawabnya dengan ayat-ayat Al-Qur’an.
Dakwah tidak dibangun demi kepentingan dunia.
Ia ditegakkan demi kebenaran.
Pertanyaannya sekarang:
👉 Mengapa hari ini agama justru dianggap harus disingkirkan dari politik?
👉 Apakah ini benar-benar demi kedamaian, atau karena ada pihak yang merasa terusik?
#Dakwah #IslamDanPolitik #SirahNabi #PemikiranIslam #Sekularisme
Sumber : https://alwaie.net/


Posting Komentar untuk "Dakwah dan Perjuangan Politik: Mengapa Keduanya Tak Terpisahkan?"