Three-Tier Structure Gaza: Perdamaian atau Kolonialisme Gaya Baru?
Three-Tier Structure Gaza: Perdamaian atau Kolonialisme Gaya Baru?
Amerika Serikat mengklaim membawa “perdamaian” pascaperang Gaza.
Namun skema three-tier structure yang ditawarkan tak menyentuh akar masalah.
Pendudukan tetap berlangsung, hanya dibungkus dengan bahasa yang lebih halus.
🔺 Lapisan Atas: Board of Peace
Dipimpin langsung oleh Amerika Serikat.
Donald Trump berada di puncak dengan hak veto penuh.
Ironis: pendukung utama Israel justru memegang kendali atas masa depan Gaza.
🔸 Lapisan Tengah: Dewan Eksekutif Gaza
Dikoordinasikan negara-negara sekutu AS.
Namun kendali keamanan tetap di tangan Israel.
Pihak yang selama ini menjadi sumber ketidakamanan justru diberi peran sentral.
🔻 Lapisan Bawah: Teknokrat Palestina
Hanya mengurus air, listrik, dan layanan teknis.
Tanpa kewenangan politik.
Tanpa kedaulatan.
Rakyat Palestina direduksi menjadi pengelola puing-puing kehancuran.
❗ Ini bukan solusi damai.
Ini adalah perwalian asing.
Kolonialisme versi baru dengan istilah “rekonstruksi” dan “stabilitas”.
Pendudukan tidak diakhiri—hanya dikelola ulang.
📌 Tepi Barat sudah memberi pelajaran:
Kolaborasi keamanan tidak menghentikan perlawanan.
Justru melahirkan resistensi yang lebih kuat.
Karena masalah utamanya bukan tata kelola,
melainkan penjajahan.
✊ Selama pendudukan masih ada, perlawanan tidak akan berhenti.
Stabilitas sejati hanya lahir dari hak menentukan nasib sendiri.
👉 Menurut Anda:
Ini benar-benar jalan menuju perdamaian,
atau bentuk kolonialisme modern?
#Gaza #Palestina #KolonialismeModern #PeaceOrControl #StopOccupation #KeadilanUntukPalestina
Sumber : https://media-umat.com/

Posting Komentar untuk "Three-Tier Structure Gaza: Perdamaian atau Kolonialisme Gaya Baru?"