BOARD OF PEACE: Jalan “Damai” yang Melanggengkan Penjajahan Palestina



BOARD OF PEACE: Jalan “Damai” yang Melanggengkan Penjajahan Palestina

“Board of Peace” terdengar menenangkan.
Namun sejarah mengajarkan satu hal penting:
👉 tidak semua yang bernama damai berujung pada keadilan.

Dan justru di situlah masalahnya.


📌 Penjajahan tidak selalu datang dengan senjata.
Sering kali ia hadir lebih rapi—
dibungkus diplomasi,
rekonstruksi,
dan jargon stabilitas yang terdengar mulia.


🇺🇸 Board of Peace digagas dan dipimpin oleh Amerika Serikat.
Sebuah negara dengan rekam jejak panjang intervensi di dunia Muslim.
Hasilnya berulang kali sama:
bukan perdamaian,
melainkan konflik yang diwariskan lintas generasi.


Masalah paling mendasar: hilangnya kedaulatan Palestina.
Rakyat Palestina tidak ditempatkan sebagai subjek utama,
melainkan sebagai objek kebijakan.
Masa depan tanah mereka diputuskan tanpa mereka.


⚠️ Ironi yang tak bisa disangkal:
Pihak penjajah tetap dipertahankan eksistensinya.
Sementara pihak yang dijajah diminta “menerima keadaan”
atas nama keamanan dan stabilitas.


📉 Jika perdamaian tidak dibangun di atas keadilan,
yang lahir hanyalah status quo baru.
Penindasan berlanjut—
namun kini dilegitimasi oleh forum internasional.


🤝 Keterlibatan negara-negara Muslim pun patut dipertanyakan.
Apakah ini benar-benar pembelaan,
atau sekadar simbol persetujuan semu
yang justru menguatkan skema merugikan Palestina?


Pertanyaan akhirnya sederhana, tapi menentukan:

Masih pantaskah sebuah solusi disebut “perdamaian”
jika ketidakadilan tetap dipelihara?



📣 Jika kamu peduli pada keadilan, bukan sekadar jargon damai:

➡️ Bagikan tulisan ini
➡️ Simpan agar tidak hilang
➡️ Follow untuk diskusi kritis tanpa basa-basi

Karena diam sering kali adalah bentuk keberpihakan yang paling berbahaya. ✊🇵🇸

#FreePalestine #SavePalestine #BoardOfPeace #PeaceWithoutJustice

#ColonialismInDisguise #GlobalPolitics #JusticeForPalestine


Sumber : https://seruanmasjid.com/

Posting Komentar untuk "BOARD OF PEACE: Jalan “Damai” yang Melanggengkan Penjajahan Palestina"