ANAK-ANAK GENERASI EMAS: DI TANGAN SIAPA MASA DEPAN INDONESIA?
ANAK-ANAK GENERASI EMAS:
DI TANGAN SIAPA MASA DEPAN INDONESIA?
Indonesia diperkirakan memasuki masa bonus demografi pada 2025.
Jumlah usia produktif mencapai puncaknya.
Namun sejarah membuktikan,
jumlah besar tidak otomatis melahirkan kejayaan.
Bonus demografi hanya akan menjadi berkah,
jika anak-anak hari ini tumbuh menjadi generasi emas:
beriman, sehat, cerdas, dan berkarakter kuat.
Lalu, siapa yang paling menentukan kualitas itu?
Orang tua.
Dalam setiap peradaban besar,
keluarga selalu menjadi sekolah pertama.
Masyarakat berburu mendidik anaknya bertahan hidup.
Petani mewariskan keterampilan bercocok tanam.
Pedagang menanamkan naluri usaha sejak dini.
Islam melanjutkan pola peradaban ini—
dan menyempurnakannya.
Penyempurnaan pertama adalah penanaman misi hidup.
Manusia tidak diciptakan hanya untuk makan, bekerja, dan
menua.
Ia hidup untuk beribadah dan menjadi rahmat bagi semesta.
Kesadaran ini tidak muncul otomatis.
Ia tumbuh dari keteladanan orang tua,
yang hidupnya selaras antara ucapan dan perbuatan.
Penyempurnaan kedua adalah budaya ilmu.
Rasulullah ﷺ membuka pintu ilmu seluas-luasnya.
Tawanan Perang Badar diminta mengajarkan baca-tulis.
Para sahabat didorong mempelajari bahasa asing.
Ilmu dicari dari Timur hingga Barat.
Belajar bukan beban,
melainkan tradisi peradaban.
Orang tua pada masa itu sadar akan keterbatasan diri.
Mereka tidak gengsi menitipkan anak pada pendidik terbaik.
Anas bin Malik dibimbing langsung oleh Rasulullah ﷺ.
Imam Syafi’i kecil dididik Imam Malik.
Lingkungan, guru, dan teladan
menjadi pilar utama pembentuk generasi unggul.
Negara pun hadir menciptakan iklim yang sehat.
Kerusakan moral ditekan seminimal mungkin.
Perzinaan, miras, dan kebobrokan sosial tidak diberi ruang.
Yang tumbuh adalah budaya ilmu, amanah, dan integritas,
seperti kisah gadis penjual susu
yang jujur karena yakin Allah Maha Melihat.
Islam tidak pernah memisahkan
ilmu agama dan ilmu kehidupan.
Anak-anak diajarkan Al-Qur’an, akhlak, dan ketahanan fisik.
Saat dewasa, mereka diarahkan mendalami ilmu sesuai potensi.
Maka lahirlah generasi
yang alim sekaligus cakap,
saleh sekaligus produktif.
Pertanyaan bagi kita hari ini:
Sudahkah kita, sebagai orang tua,
menjadi teladan nyata
bagi masa depan anak-anak kita?
Ataukah kita berharap generasi emas,
tanpa terlebih dahulu menyiapkan fondasinya?
📌 Jika tulisan ini relevan, bagikan.
📌 Jika ingin refleksi sejenis, ikuti akun ini.
Karena masa depan bangsa dimulai dari rumah.
@portalperadabanislam
#RefleksiPendidikan
#CatatanPeradaban
#LiterasiKeluarga
#PendidikanAnak
#MendidikDenganTeladan
Sumber : http://mediaumat.com/

Posting Komentar untuk "ANAK-ANAK GENERASI EMAS: DI TANGAN SIAPA MASA DEPAN INDONESIA?"