Inovasi Indonesia Tertinggal: Masalah Sistem, Bukan Sekadar Dana

 


🚨 Inovasi Indonesia Tertinggal: Masalah Sistem, Bukan Sekadar Dana

Mengapa inovasi Indonesia terasa jalan di tempat?


Menurut HILMI, jawabannya tidak sesederhana soal anggaran, birokrasi, atau teknis semata. Akar persoalan justru ada pada cara pandang kita terhadap ilmu dan inovasi.

🔎 Inovasi adalah cermin pandangan hidup.
Ketika ilmu hanya diposisikan sebagai alat ekonomi, inovasi pun turun derajat—sekadar proyek tambahan, bukan misi besar peradaban.

📌 Pentahelix belum selaras.
Pemerintah, akademisi, bisnis, masyarakat, dan media berjalan sendiri-sendiri. Ini bukan kegagalan individu, tapi kegagalan sistemik.

📜 Islam memberi perspektif berbeda.
Dalam sejarah peradaban Islam, ilmu adalah ibadah dan amanah peradaban. Wahyu pertama bukan “bekerja” atau “berdagang”, melainkan Iqra—membaca, menalar, dan memahami realitas.

🏛️ Negara sebagai ra’in (penanggung jawab umat).
Riset dibiayai negara. Risiko ditanggung negara.
Kegagalan bukan kriminalisasi, tetapi proses belajar menuju kemajuan.

🎓 Bandingkan dengan realitas hari ini.
Di dunia akademik Indonesia, ilmu sering berhenti di jurnal.
Karier diukur dari angka kredit, bukan dari manfaat nyata bagi umat dan negara.

📚 Tradisi Islam klasik berbeda.
Al-Khawarizmi, Ibn Sina, Ibn al-Haytham meneliti untuk menyelesaikan persoalan umat, bukan sekadar menulis manuskrip.

🏗️ Bayt al-Hikmah pada masa Abbasiyah adalah contoh nyata:
Bukan hanya perpustakaan, tetapi inkubator inovasi strategis negara.

💰 Masalah bisnis: ekonomi rente.
Struktur ekonomi ekstraktif membuat industri enggan berinvestasi riset jangka panjang dan takut pada risiko.

👥 Masalah budaya masyarakat.
Kegagalan sering dihukum.
Padahal dalam peradaban Islam, gagal dalam ikhtiar ilmiah bukan aib, selama diniatkan untuk kemaslahatan.

📺 Peran media pun krusial.
Inovasi jarang dibangun sebagai narasi peradaban.
Publik tidak diajak memahami bahwa inovasi itu mahal, berisiko, dan butuh kesabaran.

Kesimpulan HILMI tegas:
Ketertinggalan inovasi adalah kegagalan sistem.
Dalam Islam yang diterapkan secara kaffah, inovasi adalah kewajiban negara demi menjaga dan memajukan umat.

Pertanyaan untuk kita semua:
👉 Menurut Anda, perubahan inovasi harus dimulai dari sistem atau dari cara pandang kita terhadap ilmu?


🔁 Bagikan jika setuju
💬 Tulis pendapat Anda di kolom komentar
Follow @portalperadabanislam  untuk diskusi Islam, peradaban, dan masa depan umat

#KrisisSistem #IslamDanIlmu #IlmuSebagaiIbadah #PeradabanIslam #GagalSistem
#IlmuDanPeradaban #PemikiranIslam #DiskusiUmat #OpiniCerdas

Sumber : https://media-umat.com/

Posting Komentar untuk "Inovasi Indonesia Tertinggal: Masalah Sistem, Bukan Sekadar Dana"