MENCARI ILMU LANGIT Ramadhan, Sains, dan Kesadaran Iman
MENCARI ILMU LANGIT
Ramadhan, Sains, dan Kesadaran Iman
Ramadhan sering dipahami semata sebagai bulan ibadah.
Padahal, Ramadhan juga merupakan bulan belajar dan merenung.
Belajar tentang ilmu-ilmu langit:
ilmu yang sejak awal tidak pernah memisahkan iman dari pengetahuan.
Bukankah wahyu pertama dimulai dengan perintah membaca,
dengan menyebut nama Tuhan?
Ilmu langit tidak berhenti pada fikih, ibadah, atau urusan
akhirat semata.
Ia juga mencakup:
matematika, fisika, kimia, dan seluruh cabang sains terapan.
Masalahnya, dalam praktik akademik modern,
ilmu kerap berjalan tanpa kesadaran spiritual yang melandasinya.
Seolah-olah iman dan sains harus dipisahkan.
Sebuah kisah dari perguruan tinggi Islam layak menjadi
refleksi.
Para dosen diminta meneliti sesuai bidang dan kreativitas
masing-masing.
Hasil terbaik justru lahir dari matematika, fisika, dan kimia.
Namun ironisnya,
tidak satu pun riset tersebut yang dikaitkan dengan Al-Qur’an atau hadis.
Padahal Al-Qur’an menyimpan lautan inspirasi ilmiah.
Lebih dari 800 ayat berbicara tentang alam dan
manusia:
tentang jari jemari yang kini terbukti unik secara biologis,
tentang besi sebagai fondasi teknologi,
tentang tumbuhan yang menjadi sumber pengobatan dan kehidupan.
Semua itu jauh sebelum sains modern berkembang.
Sejarah membuktikan, ilmuwan Muslim terdahulu tidak memisahkan wahyu dan rasio.
Al-Khawarizmi mengembangkan aljabar untuk menyelesaikan
persoalan waris.
Al-Kindi merintis kriptografi demi menjaga keamanan informasi.
Astronomi dikembangkan untuk navigasi, penentuan waktu, dan dakwah.
Ilmu hadir untuk menjawab kebutuhan umat.
Fisika dan kimia pun disucikan dari unsur mistik dan takhayul.
Astronomi Islam menyingkirkan astrologi.
Kimia Islam memisahkan ilmu dari sihir.
Sains diposisikan sebagai sarana kemaslahatan,
bukan sekadar wacana akademik.
Kesimpulannya sederhana namun mendalam:
Sains tidak harus berjarak dengan iman.
Al-Qur’an bukan hanya bacaan ritual,
melainkan sumber inspirasi riset dan peradaban.
Pertanyaannya sekarang:
ilmu yang sedang kita pelajari hari ini,
masihkah terhubung dengan nilai-nilai langit?
@portalperadabanislam
Sumber : https://media-umat.com/

Posting Komentar untuk "MENCARI ILMU LANGIT Ramadhan, Sains, dan Kesadaran Iman"