ISLAM TANPA SYARIAH?
ISLAM TANPA SYARIAH?
Islam tanpa syariah
sering dikemas sebagai wajah “moderat”.
Terdengar damai. Terdengar modern.
Namun benarkah itu mencerminkan Islam yang sesungguhnya?
🔹 Islam bukan sekadar keyakinan personal.
Ia bukan hanya urusan hati dan ritual privat.
Islam adalah pedoman hidup yang menyeluruh—mengatur akidah, ibadah, akhlak,
hingga tata kehidupan sosial.
🔹 Penolakan terhadap syariah kerap dibungkus
dengan dalih kebhinekaan, stabilitas nasional, dan modernitas.
Yang ironis, narasi ini justru sering datang dari sebagian kalangan Muslim
sendiri.
🔹 Ada pula anggapan bahwa syariah hanyalah
produk manusia dan tidak bersifat sakral.
Padahal syariah adalah bentuk operasional wahyu—cara Al-Qur’an dan
Sunnah diwujudkan dalam realitas kehidupan.
🔹 Ketika seluruh hukum harus tunduk pada “konteks
zaman”,
ijtihad pun bergeser makna:
dari upaya memahami wahyu, menjadi upaya menggantinya.
Dari kebenaran absolut menuju opini yang relatif.
🔹 Islam terdiri dari akidah dan syariah.
Iman tanpa pengamalan tidak akan membentuk sistem hidup.
Memisahkan keduanya berarti mereduksi Islam menjadi sekadar identitas
spiritual, bukan peradaban.
🔹 Nilai keadilan dan kemanusiaan tidak cukup
berhenti sebagai slogan moral.
Ia harus diwujudkan dalam aturan hukum yang jelas dan mengikat.
Tanpa itu, keadilan mudah menjadi subjektif dan dimanipulasi oleh kepentingan.
🔹 Sejarah berbicara tegas:
Setiap ideologi baru berpengaruh ketika dilembagakan.
Islam pernah memimpin peradaban dunia justru ketika syariah dijadikan dasar
kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
❓ Pertanyaannya sekarang:
Masih layakkah Islam disebut utuh jika syariahnya ditinggalkan?
💬 Tulis pendapatmu di kolom komentar.
📌 Follow @portalperadabanislam
untuk konten reflektif, kritis, dan berbasis pemikiran Islam.
#IslamKaffah #SyariahIslam #PemikiranIslam #IslamIdeologis #IslamDanPeradaban
#MuslimBerpikir #DakwahIntelektual #OpiniIslam #LiterasiIslam #DiskursusIslam

Posting Komentar untuk "ISLAM TANPA SYARIAH? "