BERSEGERALAH KEMBALI KE JALAN ALLAH

 


BERSEGERALAH KEMBALI KE JALAN ALLAH

Negeri ini tidak sedang baik-baik saja.

Tahun demi tahun berlalu,
namun luka yang sama terus menganga.

Bencana alam datang silih berganti,
korupsi kian telanjang,
hukum kehilangan wibawa,
dan kerusakan moral menjalar ke segala arah.

Tahun 2025 bukan anomali.
Ia hanyalah potret kecil dari krisis panjang yang tak kunjung diselesaikan.

Banjir dan longsor bukan sekadar soal cuaca.

Hutan digunduli, alam dieksploitasi,
semua dilegalkan atas nama pembangunan.

Keuntungan menumpuk pada segelintir elite,
sementara rakyat menanggung bencana dan penderitaan.

Al-Qur’an telah lama mengingatkan:

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia…”

Namun peringatan itu sering diabaikan.
Manusia lebih sibuk menyalahkan keadaan
daripada berani mengoreksi arah kehidupan.

Kerusakan juga menjalar ke sistem hukum.

Korupsi menjadi sistemik.
Ratusan triliun rupiah lenyap.
Pelakunya bukan orang biasa,
melainkan mereka yang seharusnya menjadi penjaga amanah.

Hukum terasa tajam ke bawah,
namun tumpul ke atas.

Rasulullah telah memperingatkan:

Kezaliman dalam penegakan hukum
adalah jalan kehancuran suatu negeri.

Mengetahui kebenaran namun menyimpang darinya
merupakan dosa besar.

Namun hari ini,
hukum kerap diperdagangkan,
keadilan dikalahkan oleh kekuasaan.

Generasi muda pun berada di titik rawan.

Perjudian daring merajalela.
Kekerasan dan kriminalitas meningkat.
Teknologi melesat cepat,
namun nilai moral tertinggal jauh di belakang.

Ruang digital membentuk karakter,
tanpa bimbingan akidah dan adab.

Semua ini bukan peristiwa yang berdiri sendiri.

Ini adalah buah dari sistem yang
memisahkan agama dari kehidupan.

Sekularisme menjadikan benar dan salah bersifat relatif.
Kebijakan berubah mengikuti kepentingan,
bukan tuntunan wahyu.

Pergantian pemimpin tak membawa perubahan hakiki.

Sebab sistemnya tetap sama.

Demokrasi-sekuler
menempatkan hukum di tangan manusia,
padahal Allah telah menegaskan
bahwa hukum-Nya adalah yang paling adil dan sempurna.

Islam bukan sekadar ritual ibadah.

Islam adalah sistem hidup yang menyeluruh,
termasuk dalam mengatur negara dan masyarakat.

Sejarah mencatat penerapannya
selama berabad-abad,
bukan sebagai utopia,
melainkan sebagai fakta peradaban.

Kembali ke jalan Allah bukan sekadar seruan moral.

Ia menuntut keberanian
untuk menerapkan Islam secara kaffah
dalam seluruh aspek kehidupan.

Kini pertanyaannya:
Apakah kita siap berubah dan memperbaiki arah,
atau memilih bertahan
dalam kerusakan yang terus berulang?

Jika tulisan ini menggugah, bagikan

Jika sejalan, ikuti @portalperadabanislam

Perubahan besar selalu dimulai dari kesadaran

#KembaliKeJalanAllah #RenunganUmat #IslamKaffah #KrisisMoral #KeadilanHakiki #RefleksiBangsa

Posting Komentar untuk " BERSEGERALAH KEMBALI KE JALAN ALLAH"