KEUNGGULAN DINAR & DIRHAM

🔶 KEUNGGULAN DINAR & DIRHAM

Mengapa Uang Berbasis Emas dan Perak Lebih Stabil daripada Uang Kertas?

Pernahkah kita bertanya:
Mengapa inflasi dan krisis moneter nyaris tak dikenal saat dunia menggunakan emas dan perak sebagai uang?
Dan mengapa justru krisis terus berulang sejak uang kertas mendominasi?

Ini bukan sekadar nostalgia sejarah.
Ini adalah soal sistem.

Fakta Sejarah yang Jarang DibicarakanKetika emas dan perak menjadi alat tukar, dunia hampir tidak mengenal inflasi kronis maupun krisis moneter global.
Sebaliknya, sejak uang kertas digunakan secara luas, krisis ekonomi datang silih berganti.

Bukti Ilmiah dari Akademisi BaratProfesor Roy Jastram (University of California, Berkeley) dalam bukunya The Golden Constant meneliti data lebih dari 400 tahun.
Hasilnya tegas:
📌 Daya beli emas relatif stabil lintas abad.
📉 Sangat kontras dengan uang kertas yang terus tergerus inflasi.

Titik Balik Krisis Global

Krisis moneter modern mulai masif setelah dunia meninggalkan standar emas.
Tahun 1971, AS memutus hubungan dolar dengan emas.
Sejak itu, uang bisa dicetak tanpa batas yang jelas.

Nilai Intrinsik vs Nilai JanjiDinar dan dirham berbasis emas dan perak—komoditas nyata.
Nilainya melekat pada zatnya,
bukan pada janji pemerintah,
bukan pada keputusan politik.

Rem Alami terhadap Inflasi

Negara yang menggunakan emas tidak bisa mencetak uang sesuka hati.
Jumlah uang hanya bertambah jika emas bertambah.
➡️ Inflasi dicegah secara struktural, bukan sekadar retorika.

Pertumbuhan yang Stabil

Cadangan emas dunia bertambah sangat lambat, rata-rata ±2% per tahun.
Ini menjaga stabilitas peredaran uang.
Berbeda dengan uang kertas yang bisa melonjak tajam dalam hitungan bulan.

Perdagangan Global yang Seimbang

Sistem emas secara otomatis menyeimbangkan perdagangan antarnegara.
Negara defisit akan kehilangan emas → harga domestik menyesuaikan.
Tanpa perlu intervensi bank sentral.

Harga Menyesuaikan Secara AlamiJika barang melimpah, harga turun.
Jika barang langka, harga naik.
📌 Bukan inflasi buatan, tetapi mekanisme pasar yang sehat.

Stabilitas Nilai Tukar Global

Pada hakikatnya hanya ada satu mata uang dunia: emas atau perak.
Satu ons emas di mana pun nilainya sama.
➡️ Kurs menjadi stabil.

Matinya Spekulasi ValutaDalam sistem ini, spekulasi valas tidak punya ruang.
Perdagangan internasional lebih pasti.
Pelaku usaha terlindungi dari fluktuasi kurs yang merugikan.

Kekayaan Negara Lebih TerjagaEmas tidak berpindah tanpa sebab yang sah.
Ia keluar hanya untuk membayar barang dan jasa nyata.
➡️ Tidak ada “uang panas” yang menguap tiba-tiba.

Pertanyaan Kritis untuk Kita Semua

Ironisnya, sistem emas dan perak sering berhenti sebagai wacana.
Sementara sistem uang kertas—yang terbukti rapuh—terus dipertahankan.

Menurut Anda, apa yang membuat sistem yang bermasalah ini masih digunakan hingga hari ini?

📌 Jika tulisan ini membuka cara pandang Anda, simpan & bagikan.
📌 Follow @portalperadabanislam ekonomi-politik yang jarang dibahas media arus utama.

#SadarEkonomi #BangkitUmat #UangKertas #InflasiMerajalela #KrisisGlobal #UmatCerdas


Posting Komentar untuk "KEUNGGULAN DINAR & DIRHAM"