Rajab dan Isyarat Pembebasan al-Quds Rajab bukan sekadar bulan Isra’ Mi’raj.

 


Rajab dan Isyarat Pembebasan al-Quds

Rajab bukan sekadar bulan Isra’ Mi’raj.


Rajab adalah bulan penghiburan bagi Rasulullah
, sekaligus isyarat besar tentang masa depan al-Quds.

Di saat dakwah ditekan, orang-orang tercinta wafat, dan umat menolak kebenaran, Allah justru memperlihatkan peta kemenangan Islam melalui peristiwa Isra’ Mi’raj.

Isra’ bukan hanya peristiwa spiritual.

Perjalanan Rasulullah dari Masjid al-Haram menuju Masjid al-Aqsha adalah gambaran tahapan kekuasaan Islam.

Setiap tempat yang disinggahi Rasulullah kelak menjadi wilayah yang dibebaskan dan dipimpin oleh Islam.
Ini bukan kebetulan—ini sunnatullah dalam sejarah.

Madinah menjadi titik awal berdirinya negara Islam.

Thursina dan Bait Lahm pun akhirnya berada di bawah kepemimpinan Islam.
Dan puncaknya: Masjid al-Aqsha, tempat Rasulullah
menjadi imam bagi seluruh nabi.

Sebuah pesan tegas: kepemimpinan dunia akan berpindah tangan.

Sejarah membuktikannya.

Kepemimpinan global berpindah dari Bani Israil kepada umat Nabi Muhammad .
Yerusalem pun diserahkan secara damai kepada Khalifah Umar bin al-Khaththab.

Tanpa pertumpahan darah. Tanpa genosida.

Selama berabad-abad, Palestina hidup aman di bawah Islam.

Hingga pasukan Salib merebutnya.
Namun pada 27 Rajab, Shalahuddin al-Ayyubi membebaskan kembali al-Aqsha.

Sekali lagi, Rajab menjadi saksi kemenangan Islam.

Tragedi bermula saat Khilafah runtuh.

Perjanjian Sykes–Picot, Deklarasi Balfour, hingga berdirinya Israel terjadi setelah umat kehilangan pelindung politiknya.

Palestina dijajah bukan karena umat kurang iman,

tetapi karena kehilangan kepemimpinan yang menyatukan.

Al-Qur’an telah memberi kabar.

Bani Israil akan melakukan kerusakan dua kali.
Dan pada kerusakan kedua, Allah menjanjikan kaum beriman akan kembali memasuki Masjid al-Aqsha seperti pertama kali.

Janji Allah tidak pernah gagal.

Hari ini, dunia menyaksikan genosida.

Puluhan ribu warga sipil—mayoritas perempuan dan anak-anak—menjadi korban.
Ini bukan konflik biasa. Ini kejahatan kemanusiaan yang nyata.

Para ulama menegaskan:

Pembebasan al-Aqsha akan terwujud saat umat Islam bersatu.
Saat sekat negara-bangsa runtuh, dan kepemimpinan Islam kembali tegak.

Rajab mengingatkan kita:
al-Aqsha bukan isu jauh.
Ia adalah urusan iman dan masa depan umat.

💬 Menurut Anda, peran apa yang paling mungkin kita lakukan hari ini?

✊ Diam bukan pilihan.
📌 Share agar kesadaran ini meluas.
🔔 Follow @portalperadabanislam agar tidak tertinggal kajian sejarah dan refleksi umat.

#Rajab #AlAqsha #Palestina #SejarahIslam #UmatIslam #RefleksiRajab #FreePalestine #IslamicHistory

Sumber : https://alwaie.net/afkar/

Posting Komentar untuk "Rajab dan Isyarat Pembebasan al-Quds Rajab bukan sekadar bulan Isra’ Mi’raj."