SEJARAH TAHUN BARU MASEHI: JEJAK KESYIRIKAN KUBRO YANG DIANGGAP BIASA

 

SEJARAH TAHUN BARU MASEHI: JEJAK KESYIRIKAN KUBRO YANG DIANGGAP BIASA

 (Baca sampai akhir sebelum ikut merayakan)

1️⃣ Pembuka yang Menggugah
Tahukah kita bahwa perayaan Tahun Baru Masehi yang dianggap wajar dan “sekadar hiburan” ternyata memiliki akar sejarah ritual pagan dan kesyirikan?

Ironisnya, banyak umat Islam ikut merayakannya tanpa pernah mengetahui asal-usulnya.

Ini bukan soal melarang kegembiraan,
tetapi soal kesadaran iman dan penjagaan akidah.

 

2️⃣ Syirik: Dosa Terbesar dalam Islam
Dalam Islam, syirik adalah mempersekutukan Allah dengan apa pun—
baik melalui ibadah, simbol, tradisi, maupun bentuk ketaatan.

Syirik adalah dosa terbesar yang tidak akan diampuni apabila tidak ditaubati.

Karena itu, setiap budaya dan tradisi wajib ditimbang dengan neraca tauhid, bukan sekadar kebiasaan mayoritas.

 

3️⃣ Asal-Usul Tahun Baru 1 Januari
Tanggal 1 Januari ditetapkan sebagai Tahun Baru oleh Julius Caesar pada 46 SM.

Hari tersebut dipersembahkan untuk Janus, dewa Romawi bermuka dua—
simbol masa lalu dan masa depan.

Bahkan, nama bulan Januari berasal dari nama dewa tersebut.

 

4️⃣ Ritual Pagan, Bukan Peristiwa Netral
Artinya, penetapan Tahun Baru Masehi bukanlah peristiwa netral.

Ia merupakan bagian dari ritual keagamaan pagan Romawi,
yang dirayakan dengan:

Banyak unsur ini masih lestari hingga hari ini, hanya berganti kemasan.

 

5️⃣ Peringatan Rasulullah tentang Tasyabbuh
Rasulullah
bersabda:

“Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.”
(HR. Abu Dawud)

Tasyabbuh tidak selalu soal niat,
tetapi juga tindakan, simbol, dan ritual khas suatu kaum.

 

6️⃣ Terompet dan Jejak Ritual Agama Lain
Terompet yang identik dengan malam Tahun Baru juga memiliki sejarah ritual.

Dalam tradisi Yahudi, shofar (terompet dari tanduk domba) digunakan pada Rosh Hashanah, Tahun Baru Yahudi.

Islam datang untuk membedakan identitas ibadah, bukan mencampurkannya.

 

7️⃣ Topi Kerucut dan Sejarah Penindasan
Topi kerucut pesta bukan sekadar aksesori lucu.

Pada masa Inkuisisi Spanyol, Muslim Andalusia dipaksa memakai sanbenito, pakaian dan topi kerucut sebagai simbol:

  • penghinaan
  • pemaksaan akidah
  • tanda tunduk atau murtad

Ia adalah simbol penindasan, bukan perayaan.

 

8️⃣ Ironi Zaman
Ironisnya, simbol-simbol yang dulu digunakan untuk menindas kaum Muslim,
kini dirayakan tanpa sadar.

Bukan karena kebencian,
melainkan karena ketidaktahuan yang diwariskan turun-temurun.

Di sinilah pentingnya ilmu sebelum ikut tradisi.

 

9️⃣ Islam Punya Identitas Sendiri
Islam telah memiliki:

  • sistem waktu
  • hari raya
  • identitas peradaban

Tidak semua yang populer layak diikuti,
terlebih jika bertentangan dengan tauhid dan jati diri umat.

Menjaga akidah jauh lebih mulia daripada sekadar ikut meramaikan.

 

🔟 Penutup yang Mengajak Merenung
Setelah mengetahui asal-usul dan maknanya,
pilihan kini ada pada kita.

Apakah tetap ikut karena kebiasaan,
atau mulai bersikap karena kesadaran iman?

💭 Menurut Anda, sejauh mana umat Islam perlu selektif terhadap budaya populer?

@portalperadabanislam

#DakwahVisual #DakwahMedia #DakwahDigital #RefleksiUmat #SejarahYangDisembunyikan #UmatPerluSadar #IslamKaffah
#HijrahPemikiran #PortalPeradabanIslam


Posting Komentar untuk "SEJARAH TAHUN BARU MASEHI: JEJAK KESYIRIKAN KUBRO YANG DIANGGAP BIASA"