Jika ada negara sekuler bahkan komunis yang boleh berdiri, mengapa negara Islam justru dianggap tabu?


🚨 Pertanyaan Serius untuk Kita Semua 🚨

Jika ada negara sekuler bahkan komunis yang boleh berdiri, mengapa negara Islam justru dianggap tabu? 🤔

1️⃣ Umat Islam bisa punya sekolah Islam, bank Islam, bahkan keluarga Islam.
Tapi begitu bicara politik Islam—langsung ditutup rapat!
Bukankah ini aneh?

2️⃣ Ustadz Muhammad Ismail Yusanto mengingatkan:
Syariat Islam itu adil, manusiawi, dan tidak ada yang keliru.
Pertanyaan besar: kalau aturannya sebaik itu, mengapa ditolak?
Apakah karena stigma yang sengaja dibangun sejak lama?

3️⃣ Ironisnya, narasi “Indonesia bukan negara Islam” justru sering diulang oleh umat Islam sendiri.
Akibatnya? Politik jadi penuh kontradiksi, tanpa arah, dan kehilangan pijakan.

4️⃣ Pertanyaan yang tak bisa dihindari:
👉 Jika Islam bisa mengatur hidup pribadi dengan baik, mengapa diragukan saat bicara soal negara?
Bukankah itu janggal?

⚡ Jadi, wajar kah ide negara Islam selalu ditolak, sementara ideologi lain dibiarkan hidup?
Atau ada sesuatu yang sengaja tidak pernah diungkap?


🔥 Saatnya berpikir lebih kritis. Jangan biarkan kita hanya jadi penonton di negeri sendiri.


Sumber : https://media-umat.com/








Posting Komentar untuk "Jika ada negara sekuler bahkan komunis yang boleh berdiri, mengapa negara Islam justru dianggap tabu?"