Wahai Kaum Muslim: Masihkah Kita Berharap pada Para Penguasa Ruwaibidah?!

 


Gaza masih terkepung.
Anak-anak menangis kelaparan.
Ibu-ibu kehabisan air dan obat.
Puluhan syahid gugur setiap hari. Ratusan ribu lainnya menunggu giliran…

Dunia bersuara. Sidang demi sidang. Pernyataan demi pernyataan.
Hasilnya? Hanya kata-kata… penuh kehati-hatian, malu-malu, seolah tak punya kuasa.

Yang lebih memilukan—negeri-negeri Muslim bertetangga dengan Palestina, justru menutup pintu bantuan.
Rakyatnya ingin menolong. Ingin berjihad di jalan Allah. Tapi penguasanya menghalangi.

Sebagian tentara bahkan menjaga perbatasan…
Bukan untuk melindungi Gaza,
tapi untuk mencegah relawan dan bantuan masuk.
Seolah menjaga kepentingan musuh.

Maka, pertanyaannya:
Masihkah kita berharap keberanian lahir dari penguasa seperti ini?

Allah telah memperingatkan:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.” (QS Ar-Ra’d: 11) 

Perubahan tak lahir dari menunggu.
Perubahan lahir dari keberanian menyingkirkan rezim yang memisahkan kita dari agama, memecah belah umat, dan membiarkan Gaza dibantai.

Saatnya kaum Muslim—dan para tentaranya—mengambil keputusan sendiri:

  • Membaiat seorang pemimpin yang menegakkan hukum Allah.
  • Mengirim pasukan pembebas.
  • Memulihkan martabat umat. 

Kita ini umat besar, bukan penonton.
Jika bukan sekarang… kapan lagi?
Jika bukan kita… siapa lagi?

Atau… kita akan terus menunggu,
sampai kehormatan kita terkubur bersama Gaza?


@portalperadabanislam

Sumber : https://media-umat.com/







Posting Komentar untuk "Wahai Kaum Muslim: Masihkah Kita Berharap pada Para Penguasa Ruwaibidah?!"