Pajak Memeras Rakyat, Bukan Melayani Rakyat
📌 Pajak Memeras Rakyat, Bukan Melayani Rakyat
1️⃣ Pernahkah Anda merasa pajak lebih mirip beban daripada solusi?
Reformasi pajak digembar-gemborkan, tapi akar masalah tak pernah disentuh.
2️⃣ Rakyat kecil dipaksa membayar, tanpa peduli kondisi ekonomi.
👉 Korporasi besar justru diberi tax holiday atau bebas lewat celah hukum.
Siapa yang paling dirugikan? Rakyat.
3️⃣ Padahal, kekayaan alam negeri ini—tambang, gas, hutan, air—cukup untuk membiayai bangsa.
Namun, ia dikuasai segelintir elit dan asing. Lalu negara menggali dari kantong rakyat.
4️⃣ Saat krisis, penerimaan pajak jeblok.
Tapi rakyat tetap diperas.
💥 Hasilnya: keuangan negara rapuh, rakyat makin terhimpit.
5️⃣ Sistem ini jelas: tidak adil, tidak berkelanjutan.
Pajak jadi jebakan, bukan solusi.
6️⃣ Islam justru menawarkan alternatif:
🌿 Kekayaan alam = milik umum, wajib dikelola negara untuk rakyat.
➡️ Pendidikan, kesehatan, transportasi, keamanan, kebutuhan vital rakyat.
7️⃣ Pajak (dharibah) hanya darurat, bukan sumber utama.
Prinsipnya: rakyat berhak menerima manfaat, bukan dipaksa menopang negara permanen.
8️⃣ Jika reformasi pajak hanya utak-atik mekanisme tanpa ubah paradigma, krisis akan terus berulang.
🚨 Saatnya berpikir: rakyat penerima kesejahteraan, bukan objek pungutan.
❓ Jadi, sampai kapan rakyat harus terus jadi korban pajak,
sementara kekayaan alam negeri ini melimpah ruah?
🔥Setuju kah Anda jika pajak bukan solusi, dan negara seharusnya hidup dari pengelolaan kekayaan alam, bukan memeras rakyat? 👇
#Pajak #KeadilanEkonomi #PolitikIslam
Sumber : https://media-umat.com/
Posting Komentar untuk "Pajak Memeras Rakyat, Bukan Melayani Rakyat"
Posting Komentar