PEJABAT BERLIMPAH HARTA, RAKYAT MAKIN MENDERITA

 


🔥 PEJABAT BERLIMPAH HARTA, RAKYAT MAKIN MENDERITA 🔥

1️⃣Hari ini, kita menyaksikan ironi yang menyesakkan dada.
Pejabat hidup bergelimang gaji ratusan juta, fasilitas mewah, dan segala kemudahan.
Sementara rakyat jelata masih berjibaku sekadar untuk membeli beras dan minyak goreng.

Islam telah mengingatkan: bermegah-megahan hanyalah jalan menuju kehancuran.


2️⃣Rakyat dituntut bersabar, tapi pejabat sibuk “balik modal politik”.
Jabatan dijadikan mesin penghisap kekayaan, lewat gaji fantastis, proyek basah, hingga korupsi yang kini tak lagi miliaran—tapi triliunan rupiah!

Apakah ini yang disebut amanah?


3️⃣Al-Qur’an tegas:
Ketika pemimpin hidup mewah tapi ingkar kepada Allah, negeri itu pasti binasa.
Sejarah mencatat—peradaban runtuh bukan karena miskin sumber daya, tapi karena pemimpin zalim yang rakus dunia.


4️⃣Bandingkan dengan para khalifah teladan.
Umar bin Khattab meminta rakyat meluruskannya bila ia salah.
Umar bin Abdul Aziz hidup sederhana, sadar jabatan bukan santapan, melainkan amanah berat yang kelak ditagih di hadapan Allah.

Jauh sekali dari realita hari ini.


5️⃣Masalahnya bukan sekadar oknum.
Akar persoalan ada pada sistem demokrasi sekuler—di mana kursi kekuasaan diperebutkan demi harta, bukan untuk menegakkan amanah.
Akibatnya? Elit makin kaya, rakyat makin sengsara.


6️⃣Islam membawa solusi.
Kekuasaan dalam Islam bukan jalan memperkaya diri, tapi amanah untuk menegakkan keadilan.
Jika aturan Allah dijalankan, negeri berkah.
Jika diabaikan—hidup jadi sempit di dunia, dan azab menanti di akhirat.


7️⃣❓Pertanyaannya sekarang:
Apakah masih layak kita berharap pada sistem yang justru memanjakan elit dan menelantarkan umat?
Atau sudah saatnya kembali pada aturan Allah yang adil dan menyelamatkan?


👉 Follow @portalperadabanislam untuk konten kritis & solusi Islam atas problem umat!



Sumber : https://seruanmasjid.com/





Posting Komentar untuk " PEJABAT BERLIMPAH HARTA, RAKYAT MAKIN MENDERITA"