Liberalisasi: Akar Masalah SDA Indonesia
🌍 Liberalisasi: Akar Masalah SDA Indonesia
Indonesia disebut “negeri kaya raya”. Emas, nikel, batubara, minyak, hutan, laut—semuanya melimpah.
Namun, mengapa kekayaan itu tidak otomatis membuat rakyat sejahtera?
👉 Jawabannya ada pada satu persoalan mendasar: liberalisasi sumber daya alam.
Liberalisasi membuka jalan bagi swasta, baik asing maupun domestik, untuk menguasai tambang, hutan, hingga perkebunan.
Akibatnya:
-
Negara kehilangan kendali.
-
Rakyat hanya dapat remah keuntungan.
Contoh nyata: Morowali.
Penambangan nikel dilakukan besar-besaran dengan alat berat.
➡️ Tanah rusak.
➡️ Lingkungan tercemar.
➡️ Masyarakat sekitar tetap hidup pas-pasan.
Bagi investor, orientasi utama jelas: keuntungan korporasi.
Inilah wajah baru imperialisme—datang bukan dengan senjata, tapi lewat investasi.
Maka jangan heran: kekayaan alam kita melimpah, tetapi kesejahteraan rakyat tetap terpuruk.
Kita terjebak dalam cengkeraman kapitalisme global.
🔑 Solusi mendasar: cabut liberalisasi!
SDA harus kembali dikuasai negara sebagai milik publik.
Hasilnya dikelola untuk:
✅ pendidikan
✅ kesehatan
✅ infrastruktur
✅ pengentasan kemiskinan
Selama SDA masih dikuasai swasta, rakyat hanya jadi penonton di tanah sendiri.
❓Pertanyaannya:
Apakah Indonesia berani mengambil kembali kendali atas kekayaan alamnya?
✨ Kalau kamu setuju SDA harus dikelola untuk rakyat, bukan korporasi—jangan lupa like, share, dan follow @portalperadabanislam biar makin banyak yang sadar ✊
Sumber : https://media-umat.com/
Posting Komentar untuk "Liberalisasi: Akar Masalah SDA Indonesia"
Posting Komentar