Khilafah: Bukan Sekadar Nilai, Tapi Sistem yang Punya Bentuk

 


Khilafah: Bukan Sekadar Nilai, Tapi Sistem yang Punya Bentuk


Banyak yang berkata: “Khilafah itu tidak penting, yang penting substansinya.”
Maksudnya: nilai-nilai seperti amanah, keadilan, membela rakyat, dan tanggung jawab.
Menurut mereka, semua itu dapat diwujudkan melalui sistem demokrasi.
Namun, benarkah demikian? Mari kita telaah.
⚖️


Jika kita konsisten, seharusnya semua sistem cukup diambil substansinya.
Mengendarai motor? Substansinya adalah keselamatan kepala.
Kalau begitu, helm bisa diganti dengan panci plus handuk.
Tetapi faktanya, aturan tetap menentukan bentuk: harus helm.


Ironisnya, yang menolak bentuk Khilafah justru mempertahankan bentuk demokrasi.
KUHP warisan Belanda masih digunakan sejak 1918 tanpa banyak keberatan.
Mengapa formalitas demokrasi dipertahankan, tetapi hukum Allah justru ditolak penerapannya?


Istilah “substansi vs bentuk” bukanlah istilah fikih, melainkan konsep filsafat Aristoteles.
Syariat Islam tidak memisahkan hati dan fisik dalam ketaatan.
Ketundukan kepada syariat harus total: lahir dan batin.
Tidak cukup hanya berkata: “Yang penting hatinya tunduk.”


Khilafah adalah istilah syar’i, sebagaimana shalat, zakat, puasa, dan nikah.
Tidak boleh mengambil substansinya lalu membuang ketentuannya.
Shalat bukan sekadar berzikir, puasa bukan sekadar menahan diri.
Demikian pula Khilafah: ia memiliki syarat dan rukun yang wajib dipenuhi.


Demokrasi dan Khilafah berbeda landasan.
Dalam demokrasi, rakyat dianggap berdaulat.
Dalam Khilafah, hukum Allah yang berdaulat, dan Khalifah hanyalah pelaksana.
Keputusan mayoritas tidak dapat membatalkan perintah Allah.


Kenyataannya, demokrasi sering berubah menjadi tirani minoritas yang mengatasnamakan mayoritas.
Indonesia mayoritas Muslim, 72% mendukung penerapan syariat, tetapi implementasinya tetap terhambat.
Mengapa? Karena sistemnya tidak kompatibel dengan syariat.


Maka, Khilafah bukan sekadar kumpulan nilai-nilai kebaikan.
Ia adalah sistem yang menjaga agar syariat Allah diterapkan secara menyeluruh.
Bentuknya adalah bagian dari ketaatan, bukan sekadar pelengkap.

📌 Pertanyaannya: setelah mengetahui ini, Anda masih ragu atau justru semakin yakin?


Sumber : https://alwaie.net/








Posting Komentar untuk "Khilafah: Bukan Sekadar Nilai, Tapi Sistem yang Punya Bentuk"