Ulama, Khilafah, dan Jebakan Penjajah
Ulama, Khilafah, dan Jebakan Penjajah
Peradaban Islam tidak akan bangkit tanpa cahaya ilmu.
Dan cahaya ilmu takkan menyala tanpa peran para ulama.
Namun, jalan dakwah para ulama kini penuh ranjau.
Penjajah tak hanya datang membawa senjata, tapi juga jebakan pemikiran.
Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Mari kita telaah bersama.
Ulama adalah pelita di tengah gelapnya zaman.
Mereka bukan sekadar cendekiawan, melainkan pewaris tugas kenabian.
Jika ulama lurus, umat akan tegak.
Namun jika ulama condong pada kekuasaan, umat pun ikut tersesat.
Imam al-Ghazali pernah berkata tegas:
“Kerusakan rakyat berasal dari kerusakan penguasa.
Kerusakan penguasa berasal dari kerusakan ulama.”
Maka musuh terbesar penjajah bukanlah kekuatan militer umat,
Tetapi keikhlasan dan keberanian ulama.
Selama Khilafah masih tegak, ulama memegang tiga peran agung:
🔹 Menasihati dan mengoreksi penguasa
🔹 Menjadi rujukan hukum syariah
🔹 Menjadi hakim yang menegakkan keadilan
Mereka bukan penumpang kekuasaan.
Mereka adalah penjaga kebenaran.
Namun, saat Khilafah dihancurkan, peran suci itu dilumpuhkan.
Penjajah tidak hanya menjatuhkan sistem Islam,
tetapi juga memutus hubungan umat dengan ulama sejati.
Sebagai gantinya, mereka hadirkan “ulama istana” —
yang jinak, tunduk pada kekuasaan, dan membela sekularisme.
Namun tidak semua ulama tunduk.
Lihatlah Syaikh Yusuf an-Nabhani — salah satu ulama mujahid yang istiqamah.
Beliau menolak jabatan dari Inggris,
karena enggan berhukum selain dengan syariah.
Karyanya membela Khilafah dan seruannya untuk jihad melawan penjajah,
menjadi bukti keberanian yang tak tergantikan.
📖⚔️
Sayangnya, perjuangan para ulama tidak pernah sepi dari tipu daya.
Penjajah melancarkan perang pemikiran:
🧠 Melalui kurikulum, media, dan lembaga internasional
💭 Menyusup lewat ide HAM, pluralisme, dan moderatisme
Semuanya bertujuan satu:
Jangan sampai Khilafah bangkit kembali.
Karena itu, ulama hari ini harus memiliki tiga bekal utama:
🔹 Ilmu syar'i yang mendalam
🔹 Wawasan politik yang tajam
🔹 Keberanian untuk berkata tidak kepada kekuasaan
Tanpa itu, mereka mudah tergelincir:
Menjadi pelayan status quo atau bahkan penghalang perubahan Islam.
Di tengah penderitaan umat akibat sistem sekuler yang rusak,
ulama tidak cukup hanya mengajar dan berceramah.
Mereka harus memimpin di barisan terdepan:
📢 Menyerukan penerapan syariah
🛡️ Membela Islam secara kaffah
🏛️ Menghidupkan kembali Khilafah sebagai perisai umat
Kebangkitan Islam sejati dimulai dari keberanian ulama.
Jika mereka bersuara, umat akan bergerak.
Jika mereka diam, umat akan kehilangan arah.
🌟 Ulama bukan hanya sumber ilmu —
Mereka adalah kompas peradaban!
Menurutmu, siapa ulama yang paling kamu kagumi hari ini?
Tulis di kolom komentar! 👇
#UlamaPewarisNabi #Khilafah #KebangkitanIslam #PeradabanIslam #SyariahKaffah

Posting Komentar untuk "Ulama, Khilafah, dan Jebakan Penjajah"